JAKARTA - Insiden runtuhnya tambang milik Freeport di Papua, terus menyisakan kekhawatiran. Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel menyatakan belasungkawanya atas kejadian tersebut.
"Paling penting bagi kami adalah menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dari kecelakaan ini. Kami mendukung penuh semua usaha Freeport untuk melakukan proses penyelamatan," ujar Dubes Marciel di At America, Jakarta (21/5/2013).
"Saya tahu ini adalah waktu yang sangat sulit. Freeport adalah perusahaan swasta yang tidak diharuskan melapor kepada kami (pemerintah AS)," imbuh Marciel.
"Dari perspektif kami ini ada kecelakaan buruk, dan kami yakin pihak perusahaan pasti bekerja sama dengan pihak berwenang dan menyelesaikan proses penyelamatan," tegasnya.
Pencarian terhadap pekerja PT Freeport saat ini berlangsung di terowongan Big Gossan. Hingga Selasa (21/5/2013), total pekerja yang ditemukan tewas dan sudah dievakuasi berjumlah 21 orang.
Pagi ini, pihak PT Freeport berhasil mengevakuasi empat korban tewas, yakni Sulaeman, Amir Tika, Gito sikku dan Lewi Molu.
(Kemas Irawan Nurrachman)