Menakar Nyali PKS Keluar dari Koalisi

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis
Jum'at 24 Mei 2013 07:55 WIB
Ilustrasi Okezone
Share :

JAKARTA - Beberapa waktu lalu politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Dia berharap partainya keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

PKS diketahui tidak kali ini saja mengancam akan keluar dari koalisi. Lantas seberapa besar nyali partai berlambang bulan sabit kembar ini untuk keluar dari koalisi partai pendukung pemerintah?

Pengamat Politik Hanggoro Daso Pamungkas menilai bahwa pernyataan salah satu politikus PKS hanyalah sebuah ketakutan.

"Itu bukan ancaman, itu ketakutan PKS. Jika keluar PKS paling rugi. PKS saat ini memiliki tiga menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II," kata Hanggoro, saat berbincang dengan Okezone, Jumat (24/5/2013).

Dia mengatakan, ancaman keluar dari Setgab hanyalah reaksi emosional, PKS memandang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagian dari rezim SBY.

"KPK dianggap sebagai kekuatan rezim SBY," tegasnya.

Sebelumnya diketahui Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Fahri Hamzah, menegaskan, pernyataan itu hanyalah harapan pribadinya.

Sebab, kata dia, dirinya tidak berwenang untuk memutuskan PKS keluar dari koalisi. Ada pihak yang lebih berwenang di struktur partai yang berhak memutuskan PKS tetap bergabung atau keluar dari koalisi.

(K. Yudha Wirakusuma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya