JAKARTA - Belakangan, bergulir wacana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Wacana tersebut berembus dari pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Fahri Hamzah.
Lantas, siapa yang diuntungkan bila PKS benar-benar keluar dari Koalisi pendukung pemerintahan?
Pengamat politik Universitas Indonesia, Abdul Gafur Sangadji, mengatakan, Partai Golkar dan Partai Demokrat paling diuntungkan.
"Partai pendukung pemerintah akan dapat keuntungan. Kita tahu ada dua partai besar dalam koalisi, yaitu Golkar dan Demokrat. Tiga kursi menteri yang ditinggalkan PKS akan diisi oleh dua partai tadi," kata Gafur saat berbincang dengan Okezone, Jumat (24/5/2013).
Lebih lanjut dia menuturkan, keberadaan PKS di Setgab tak akan memberikan pengaruh besar bagi kekuatan partai pendukung pemerintah.
"Sebenarnya, bertahan atau keluarnya PKS tidak akan berdampak sifgnifikan untuk partai koalisi pendukung pemerintah. Jelang 2014," terangnya.
Yang jelas, lanjut Gafur, banyak kerugian untuk PKS bila keluar dari Setgab. "Salah satunya, jika keluar, PKS akan dicap sebagai pembelot pemerintah," tukasnya.
(K. Yudha Wirakusuma)