JAKARTA- Mantan anggota Majelis Syuro PKS, Soeripto, mengaku pernah ditawari sebuah rumah di kawasan Condet, Jakarta Timur, oleh mantan presiden PKS Luthi Hasan Ishaaq.
Hal tersebut diutarakan pria berkepala pelontos itu, saat diperiksa oleh penyidik KPK. Selama pemeriksaan yang berlangsung enam jam, Soeripto juga dicecar penyidik terkait kebijakan partai.
"Ditanya, pertama yaitu soal latar belakang pendidikan dan hidup saya. Kedua, saya ditanya tentang tugas saya sebagai Majelis Pertimbangan Partai (MPP),"kata Soeripto di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2013)
Soeripto menambahkan, materi pemeriksaan lainnya adalah aliran dana dari mantan presiden PKS Luthfi Hasan. "Berkaitan dengan aliran dana, dan TPPU, pertama apakah saya ada kaitannya dengan mobil-mobil milik PKS, dan itu saya bantah. Selanjutnya, dengan rumah Condet," ungkapnya.
Soeripto mengakui dirinya pernah ditawari oleh Luthi Hasan sebuah rumah di kawasan Condet, Jakarta Timur. Namun demikian, sampai saat ini rumah tersebut belum diberikan kepadanya. "Memang saya sempat dijanjikan rumah, cuma sampai ini hari hanya berita saja," pungkasnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)