PALU - Bentrok antarwarga yang menewaskan satu orang dan sepuluh rumah dibakar di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa 4 Juni, mengakibatkan warga di dua kelurahan trauma dan mengungsi. SMA Negeri 6 Palu di perbatasan dua kelurahan yang bertikai terpaksa diliburkan sementara waktu.
Warga Kelurahan Duyu dan Pengawu mengungsi ke tempat-tempat yang aman karena khawatir terjadi bentrok susulan. Mereka juga membawa barang-barang berharga ke tempat pengungsian agar tidak dijarah atau rusak saat kelompok massa kembali bentrok.
“Terpaksa memilih mengungsi karena khawatir bentrokan susulan kembali terjadi dan lebih besar lagi. Terlebih bentrokan yang terjadi hingga menimbulkan korban jiwa dan sejumlah rumah dibakar,” kata Abdullah, warga yang mengungsi, Rabu (5/6/2013).
Sementara itu, SMAN 6 Palu di Jalan Padanjakaya, Kelurahan Duyu, mulai hari ini diliburkan, meski mestinya masih menggelar ujian semester. Pihak sekolah terpaksa meliburkan aktivitas belajar mengajar selama tujuh hari, untuk mengantisipasi siswa-siswinya tidak menjadi sasaran amuk warga yang bertikai.
Diberitakan sebelumnya, bentrokan susulan antar-warga dua kelurahan bertetangga terjadi Selasa sore. Selain menewaskan seorang warga, sedikitnya sepuluh rumah di dua kelurahan yang bertikai dibakar massa. Korban tewas bernama Hamid, warga Kelurahan Pengawu, terkena senapan angin di ketiak kiri.