JAKARTA - Badan Kehormatan (BK) DPR terus melakukan penyelidikan terhadap sidak ilegal yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Namun hingga saat ini BK belum bisa memaparkan ke publik terkait dengan perkembangan hasil penyelidikanya tersebut. "Kalau saya ngomong nanti melanggar etik," kata Wakil Ketua BK, Siswono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2013).
Siswono menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih terus mendalami kunjungan ilegal Priyo tersebut. Selama masih pendalaman, kata dia, BK memang tidak diperkenankan untuk mengungkapkanya ke publik.
"Etik di BK itu, kita tidak boleh menceritakan apa yang sedang kita proses," tegas Anggota Fraksi Partai Golkar itu.
Sebelumnya kunjungan Priyo ke Lapas Sukamiskin, Sabtu pekan lalu, berbuntut panjang. Pasalnya, di Lapas itu Terpidana suap Dana Penyesuaian Infrasktruktur Daerah (DPID), Fahd El-Fouz alias Fahd A Rafiq ditahan.
Dalam kasus korupsi proyek pengadaan Alquran dan laboratorium komputer MTs di Kementrian Agama, Fahd diduga punya peran penting. Sedangkan Priyo, juga pernah disebut namanya dalam sidang kasus yang menyeret anggota DPR Zulkarnaen Djabar dan puteranya Dendy Prasetya.
"Hari-hari ini saya terus terang dapat tekanan yang cukup berat dari dalam dan luar. Saya sedih juga, teman-teman di dalam saya, ada segelintir pimpinan teras yang seperti sengaja untuk menggerakan pemberitaan dan seterusnya," kata Priyo, Senin 3 Juni kemarin.
Priyo menduga ada bernafsu ingin menggantikan posisinya. Namun begitu, menurutnya tidaklah etis hal itu dilakukan. Ada proses Pemilu untuk mendapatkan jabatannya saat ini.
"Kalau ingin mengganti posisi saya, ya sebentar lagi kan Pemilu, silakan saja dan caranya yang baik. Jangan seperti ini, kan jadi tidak enak. Apalagi saya kan orang baik dan santun," tegasnya.
(K. Yudha Wirakusuma)