"Ibarat Salat Berjamaah, SBY Imamnya"

Tegar Arief Fadly, Jurnalis
Selasa 18 Juni 2013 06:56 WIB
ilustrasi
Share :

JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berharap agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera memutuskan masa depan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi.
 
Alasannya, hal ini justru akan menganggu konsentrasi pemerintah dalam menjalankan program-programnya.
 
"Presiden sebaiknya diputuskan dalam waktu tidak terlalu lama, agar tidak terlalu tersandera dengan masalah yang konfliktual. Kita bisa bersikap pada hal yang lebih produktuif," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuzy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2013).
 
Ketua Komisi IV ini menambahkan, sebagai Ketua Setgab, SBY disarankan untuk tidak ragu menyikapi ulah PKS yang berseberangan dalam kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "Ibarat salat berjamaah, Pak SBY imamnya. Kalau tidak ikuti salat imam, sesungguhnya dia berada di luar," sambungnya.
 
Terlebih, kata dia, masing-masing anggota Setgab koalisi telah menandatangani code of conduct.
 
Seharusnya, Sambung Romy, seluruh parpol mampu menaati dan melaksanakan apapun keputusan yang ada dalam code of conduct tersebut. "Ini code of conduct, kode etik antara anggota kolisi," tutup Romy.

(Catur Nugroho Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya