Kapolri Pastikan Tak Gunakan Peluru Tajam di Jambi

Bagus Santosa, Jurnalis
Selasa 18 Juni 2013 15:07 WIB
Ilustrasi (Foto: okezone)
Share :

JAKARTA - Kapolri Jenderal Timur Pradopo memastikan jika wartawan Trans7, Nugroho Anton tidak kena peluru tajam saat meliput aksi bentrokan antara mahasiswa dan polisi di Jambi, kemarin.

"Bukan (peluru tajam), selongong, itu kemasan, tabung, gitu kira-kira," kata  kata Timur usai rapat dengan Komisi III DPR RI, di DPR, Jakarta, Selasa (18/6/2013).
 
Dia menjelaskan, situasi saat itu memang kurang kondiusif. Saat itu, para demonstran merangsek untuk masuk ke dalam gedung DPRD. Karena itu, aparat keamanan melepaskan tembakan gas air mata.

"Ada yang bilang peluru tajam dan apapun, itu sesungguhnya gas air mata," jelasnya.

Timur juga menjelaskan, Kapolda Jambi dan jajarannya juga akan bertanggungjawab atas kejadian ini.

Timur menambahkan, jika memang ada kesalahan yang dilakukan aparatnya, tentu akan diproses dengan melihat kesalahannya, apakah hukuman disipilin atau pelanggaran hukum.
"Semuanya, kalau dia ada salah. Tentu saja disiplin atau pelanggaran hukum, tentu kita akan proses," paparnya.

Seperti diketahui, Jurnalis Trans7 Nugroho Anton mendapatkan luka tembak saat meliput aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM di depan Gedung DPRD Jambi. Kini dia tengah mendapatkan perawatan di RSUD Mattaher Jambi.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya