KARANGASEM - KMP Muryati yang kandas dan tersangkut karang di Pelabuhan Padang Bai, Bali, belum bisa dievakuasi karena menunggu gelombang pasang. Sementara para penumpang yang telah dievakusi terlantar di pelabuhan.
ASDP Padang Bai memperkirakan proses evakuasi kapal memakan waktu lama karena menunggu titik pasang tertinggi air laut. Saat ini titik pasang tertinggi air laut hanya 1,5 meter, sementara saat kapal tersebut kandas pasang tertingi mencapai 1,6 meter.
Supervisi ASDP Padang Bai, Wayan Rosta, mengatakan, proses evakuasi kapal baru bisa dilakukan jika ketinggian air laut mencapai 2,4 meter. Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG Denpasar, pasang tertinggi air laut 2,4 meter diperkiurakan baru terjadi pada 22-23 Juni sekira pukul 09.00 Wita.
Sementara itu, para penumpang kapal yang telah dievakuasi terlantar di pelabuhan. Mereka terpaksa tidur di lantai ruang tunggu pelabuhan karena kelelahan. Para penumpang mengaku tidak punya pilihan lain karena tidak memiliki uang untuk sewa penginapan selama menunggu kendaraan mereka yang terjebak di tengah laut.
Pihak pengelola kapal juga belum memberi kepastian, mengenai kapal nahas itu bisa dievakuasi untuk disandarkan ke dermaga. Mereka berharap pengelola kapal bertanggung jawab dengan memberi jaminan penginapan dan makan selama menunggu kapal tersebut bisa dievakuasi.