Demokrat Bakal Bentuk Komite Konvensi Capres

Bagus Santosa, Jurnalis
Kamis 20 Juni 2013 16:18 WIB
Share :

JAKARTA- Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga menjelaskan alasan digelarnya Konvensi Calon Presiden (Capres) 2014 yang akan dilakukan partai berlambang bintang mercy tersebut.

Alasannya, kata Kastorius, sebagai partai pemimpin, Partai Demokrat punya tanggung jawab moral dan politik terhadap calon pemimpin 2014 mendatang. Di mana, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa ikut lagi dalam bursa pencapresan karena sudah dua kali memimpin pemerintahan.

Selain itu, SBY juga tidak menurunkan ketokohannya di internal partai untuk menjadi calon presidennya. Karena itu, partai berlambang bintang mercy ini membuka konvensi untuk mencari capres yang terbaik.

"Pertama, SBY tidak mungkin lagi maju 2014. Lalu, karena kita sebagai partai pemenangan kita punya tanggungjawab moral dan politik. Serta realitasnya, di Demokrat sendiri tidak ada pergeseran SBY kepada satu orang di Demokrat dan karena itu dibuat tradisi baru, yaitu konvensi. Ini landasan dibuatnya konvensi," kata Kastorius di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Selain itu, lanjut Kastorius, peta politik di Indonesia saat ini juga cenderung stagnant untuk tokoh-tokoh politik yang sudah dikenal. Karena itu pula, perlu konvensi supaya bisa memunculkan capres alternatif yang lebih segar.

"Saat ini peta politiknya, ada tokoh politik yang sudah 5 tahun bekerja elektabiltasnya tetap stagnan. Ini artinya, rakyat indonesia sedang menunggu dari capres yang konvensional dan karena itu muncul ide capres alternatif Partai Demokrat untuk melakukan kovensi," kata Kastorius.

Sejumlah nama juga akhirnya muncul seiring akan dilakukannya Konvensi ini. Di antaranya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (jokowi), Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan tokoh-tokoh yang lain.

Kastorius juga menjelaskan mekanisme konvensi Partai Demokrat. Pertama, partai akan membuat Komite Konvensi yang akan dibentuk pada September mendatang. Dengan pertimbangan, anggota Komite ini berasal dari luar struktur partai, namun punya kapasitas yang dikenal publik.

"Katakanlah ahli militer, pengamat politik, pengamat ekonomi yang punya kepentingan di luar struktur partai, yang independen supaya hasilnya juga independen," jelasnya.

Komite Konvensi ini yang kemudian membuat aturan Konvensi dan pembuatan kriteria calon yang akan ikut konvensi. "Dia yang buat kriteria dan penyaringannya," tutur Kastorius.

Supaya jelas, Kastorius juga membandingkan proses konvensi yang dilakukan dengan Partai Demokrat di Amerika Serikat dengan Partai Demokrat pimpinan SBY. Di Amerika Serikat, penyeleksian calon yang akan ikut konvensi tertutup dan ditunjuk partai. Lalu, nama-nama itu dibawa ke negara bagian untuk di voting dan dipilih.

Sedangkan konvensi di Partai Demokrat pimpinan SBY, konvensi ini bersifat terbuka, tidak hanya dari internal partai tapi juga tokoh eksternal.

"Di Amerika, itu didukung suara daerah/negara bagian, kita tidak. Yang menentukan layak tidaknya peserta konvensi ada survey publik, baik nasional, wilayah atau lainnya. Supaya bisa mengggambarkan menilai tokoh konvensi itu, juga untuk menghindari politik uang," paparnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya