DEPOK - Keributan antara sopir angkot dan tukang ojek untuk mencarei rezeki sering terjadi di Depok, Jawa Barat. Angkot harus berbagi rezeki dengan tukang ojek sehingga dilarang melintas dengan batas waktu yang ditentukan tukang ojek, padahal trayek angkot tersebut sudah semestinya mengantar penumpang sampai di tempat tujuan.
Salah satunya sering terjadi pada angkot D 07 jurusan Terminal-Cipayung-Citayam. Para sopir angkot selalu kucing-kucingan jika di atas jam 20.00 WIB masih melintas wilayah Cipayung. Alasannya takut dimarahi tukang ojek. Akhirnya penumpang hanya diturunkan sampai Jembatan Serong.
Keributan juga terjadi antara tukang ojek dan sopir angkot D 09 jurusan Terminal Depok-Cilodong semalam. Kelompok tukang ojek ribut di pertigaan Jalan Raden Saleh Kelurahan Sukmajaya, Depok.
Akibatnya sopir angkot, AF (25) dan tukang ojek, DE (24) babak belur. "Awal kejadian korban bernama AF narik membawa angkot dan melintas di Jalan Raden Saleh, kemudian angkot tersebut disetop oleh para tukang ojek dengan alasan waktu batas narik sudah habis (batas waktu pukul 18.00 WIB) dan terjadi cek-cok mulut dan sopir angkot mengaku dipukul," tegas Kapolsek Sukmajaya, Kompol Agus Widodo, Minggu (16/02/2014).
Agus menambahkan, selanjuntnya korban turun dan menarik salah satu tukang ojek bernama DE untuk dibawa dengan cara dipiting kepalanya. Beberapa rekan sopir angkot ikut memukul DE.
"Kami masih memeriksa saksi-saksi, belum ada yang ditahan, situasi dapat dikendalikan, namun karena kedua belah pihak merasa sama-sama menjadi korban maka memilih menempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya. Pihak angkot melaporkan ke Polresta Depok sedang pihak ojek melaporkan ke Polsek Sukmajaya," tegasnya.
(TB Ardi Januar)