Lagi, Anak Korban Tsunami Bertemu Orangtuanya setelah 10 Tahun Pisah

Salman Mardira, Jurnalis
Selasa 19 Agustus 2014 16:43 WIB
Share :

BANDA ACEH - Selalu ada hikmah di balik bencana. Filosofi ini dirasakan betul Septi Rangkuti dan Jamaliah. Setelah berpisah hampir 10 tahun akibat tsunami Aceh, pasangan siami istri (pasutri) asal Kabupaten Aceh Barat itu kembali bertemu dengan anak mereka Arif Pratama (16).
 
Uniknya, pertemuan ini hanya berselang tiga pekan dengan ditemukannya Raudhatul Jannah alias Weniati. Anak pasutri tersebut juga hilang dalam bencana dahsyat pada 26 Desember 2004 itu.

Septi dan Jamaliah bertemu kembali dengan Arif di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Senin 18 Agustus 2014, lewat jasa seorang perempuan setempat, Lana Bestari (30). Beberapa tahun terakhir, Arif menjadi gelandangan di kota itu. Warga di sana sering memanggilnya Ucok.

“Kami sudah bertemu di Payakumbuh, sekarang lagi kami bawa pulang,” kata Septi saat dihubungi wartawan dari Banda Aceh, Selasa (19/8/2014).

Septi belum bersedia memberikan keterangan, karena masih dalam perjalanan menuju Aceh.

Saat dihubungi terpisah, Lana Bestari membenarkan Arif dan orangtuanya sudah bertemu di rumahnya kemarin. Pertemuannya berlangsung penuh haru. “Mereka langsung akrab, nangis-nangis,” ungkapnya.

Awalnya Lana tak mengetahui bahwa Arif merupakan korban tsunami. Ia juga tak tahu bagaimana Arif bisa sampai ke Payakumbuh. Ia berupaya mempertemukan Arif dengan orangtuanya setelah menonton siaran televisi nasional yang menyiarkan langsung pertemuan Weniati, adik kandung Arif, dengan orangtuanya.

Saat tsunami menghantam daratan Aceh pada 2004, usia Arif sekira tujuh tahun. Saat itu, ia tinggal di Lorong Kangkung, Gampong Pangong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Arif dan Weniati sempat diselamatkan ayahnya, Septi Rangkuti, dengan cara diletakkan di atas papan. Begitu gelombang kedua datang, Arif dan Weni terseret arus dan berpisah dengan ayahnya. Meski sempat mengejar, namun Septi sendiri hanyut, namun selamat setelah tersangkut di pohon.

Setelah kejadian itu, Arif dan Weniati terdampar di Pulau Banyak, Aceh Singkil, dan diselamatkan seorang nelayan. Weniati kemudian diadopsi oleh seorang perempuan bernama Sarwani (62), warga setempat. Namun sejak saat itu, dua bersaudara itu berpisah.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya