CIMAHI - Supardi, ayah mahasiswa UPI Bandung yang tewas terseret mobil sejauh 30 kilometer, Firman Nurhidayat (21), di Jalan Raya Kebon Kopi, Kota Cimahi, Jumat 27 Januari malam, berharap pelaku mendapat ganjaran setimpal.
"Hukum mati karena sudah tidak punya kemanusiaan lagi," ujar ayah korban, Supardi, di rumahnya Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Sabtu (28/2/2015).
Supardi menuturkan, korban merupakan anak yang diharapkan dapat memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga. "Sangat kehilangan. Saya kuliahkan anak saya agar kedepan jadi tulang punggung bagi keluarga," katanya.
Korban yang berstatus mahasiswa Jurusan Teknik Mesin semester IV UPI Bandung itu merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan suami istri Supardi dan Ny. Sudirahayu.