KARAWANG - Dua kelompok remaja yang berasal dari dua kampung berbeda terlibat tawuran di Jalan dr Taruno, Kelurahan Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (3/1/2016).
Akibat peristiwa itu, sejumlah genting rumah warga pecah berantakan dan seorang warga yang diduga menjadi dalang dari keributan diamankan oleh petugas.
Dari keterangan sejumlah saksi, remaja yang terlibat perkelahian massal berasal dari Kampung Adiarsa Pusaka dan Babakan Lio, Kelurahan Adiarsa Kecamatan Karawang Barat. Mereka saling serang menggunakan batu, botol, dan bahkan senjata tajam.
Peristiwa tersebut tak pelak membuat suasana di sekitar lokasi kejadian mencekam. Warga yang tinggal di sekitar arena tawuran tak berani ke luar rumah. Bahkan mereka hanya bisa pasrah ketika rumahnya menjadi sasaran pelemparan batu.
Keributan baru bisa diredam setelah puluhan aparat kepolisian bersenjata lengkap datang ke lokasi untuk membubarkan para pelaku tawuran. Bahkan, Kepala Kepolisian Resor Karawang Andi Mochamad Dicky, ikut turun ke lokasi untuk memimpin pembubaran massa.
Tak hanya itu, Kapolres Karawang pun langsung memerintahkan anggotanya untuk mencari provokator atau dalang penyebab tawuran tersebut, malam itu juga.
Akhirnya seorang warga bernama Muhamad Ridwan (24). warga Adiarasa Pusaka diciduk petugas langsung dari lokasi kejadian. Yang bersangkutan kedapatan membawa samurai dan diduga sebagai provokator keributan tersebut.
Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminan Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Karawang, Simangunsong menjelaskan, tawuran tersebut pecah akibat peristiwa keributan yang terjadi pada malam pergantian tahun.
Sehari sebelumnya, saat kelompok remaja dari Kampung Adiarsa Pusaka melintas ke wilayah Babakan Lio dilempari batu oleh remaja setempat. Akibatnya seorang remaja Adiarsa Pusaka terluka.
"Mungkin remaja dari Adiarsa tidak terima atas perlakuan tersebut. Mereka kemudian melakukan serangan balasan, sehingga terjadilah tawuran ini," kata Mangunsong, Minggu (3/1/2016).
Dikatakan Mangunsong, dalam persitiwa tersebut pihaknya mengamankan seorang warga terduga provokator. "Dia kami amankan dan langsung dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa. Kami ingin mengetahui secara pasti apa penyebab tawuran itu," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Mangunsong, pihaknya juga mencatat sejumlah remaja yang terlibat tawuran dan melakukan penyerangan. "Ada beberapa orang yang sudah dicatat identitasnya. Jika terjadi lagi tawuran mereka akan langsung kami ambil," paparnya.
Disebutkan, agar peristiwa tersebut tidak terulang, pihak kepolisian mengumpulkan dua kelompok yang bertikai, termasuk satu orang korban luka yang sebelumnya menjadi korban pelemparan kelompok remja Babakan Lio. Mereka akan disarankan berdamai, sedangkan korban pelemparan akan diminta membuat laporan agar kasusnya bisa secepatnya ditangani.
Sementara itu, Radit warga setempat menyebutkan, tawuran yang terjadi di wilayah tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, ke dua kelompok remaja dari dua kampung itu memang sering bertikai. Pemicunya pun seringkali berasal dari hal-hal yang sepele.
"Beberapa waktu lalu, kasus tawuran ini sempat diredam oleh pihak kepolisian dengan melakukan mediasi antara kedua belah pihak, bahkan dengan menghadirkan RT, RW, Lurah, dan Kapolsek," tutur Radit.
Namun, lanjutnya, tawuran kini kembali terjadi, bahkan hampir setiap malam minggu terulang lagi. Sebagai warga, Radit meminta agar polisi bisa bertindak lebih tegas dan para pelakunya diproses sesuai hukum yang berlaku.
(Amril Amarullah (Okezone))