Disdik Sumut: Buku Salah Sebut Urutan Nabi Tak Berbahaya

Erie Prasetyo, Jurnalis
Jum'at 29 Januari 2016 11:43 WIB
Buku Agama Islam yang Salah Mengurutkan Nama Nabi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

MEDAN - Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk kelas 5 tingkat Sekolah Dasar (SD) yang menuliskan Nabi Muhammad adalah nabi ke-13 meresahkan masyarakat di Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut).

Walau penyebaran buku sudah meresahkan masyarakat, namun Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut menganggap hal tersebut tidak berbahaya.

Disdik Sumut juga meyakini sang penulis buku yakni Fauzi Abdul Ghofur dan Masyhudi tidak sengaja dalam menuliskan urutan 25 nabi dalam ajaran Islam.

"Saya sampai saat ini belum melihat. Posisi tadi malam saya ada di Paluta. Saya tidak mungkin konfirmasi (tentang buku tersebut) karena sudah malam," ujar Kabid Kabid Dikdasmen Disdik Sumut, Erni mulatsih, Jumat (29/1/2016).

Menurutnya, penulis buku belum tentu mengurutkan nama Nabi. Namun, penulis hanya menuliskan nama nabi tanpa mengurutkan nabi sesuai ajaran islam.

"Saya yakin tidak ada unsur kesengajaan bagi pengaranya pada menempatkan nama nabi. Kok semudah itu mengtakan sesat," katanya.

Erni mengatakan, Pengadaan buku yang digunakan oleh siswa sudah tercatat di pusat perbukuan nasional. Sedangkan pada tahun 2013 ada pengadaan buku sesuai peraturan.

Mengenai jumlah buku yang salah penulisan hingga menyebabkan keresahan di masyarakat, Erni mengatakan Disdik tidak melakukan penelitian terkait buku yang meresahkan masyarakat.

"Tidak ada yang melaporkan atau menyampaikan ya kami tidak tahu. Tidak ada pendataan terhadap buku yang salah penulisan. Disdik tidak melakukan penelitian," tandas Erni.

Sebelumnya, buku tersebut menulis Nabi Muhammad SAW adalah nabi di urutan yang ke 13, sedangkan Nabi Isa Ke-25. Akibatnya, sejumlah orangtua yang anaknya bersekolah di tingkat SD resah dan mengecam beredar buku di Paluta tersebut.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya