Pengamat Intelijen Ragukan Penyandera WNI Kelompok Abu Sayyaf

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis
Sabtu 25 Juni 2016 07:27 WIB
Share :

JAKARTA - Tujuh warga negara Indonesia (WNI), diduga disandera oleh kelompok bersenjata asal Filipina. Namun, pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib meragukan jika yang menyekap ketujuh WNI tersebut adalah kelompok Abu Sayyaf.

"Menurutku ada tiga kejanggalan kalau yang menyandera itu Abu Sayyaf," ujar Ridwan kepada Okezone, Sabtu (25/6/2016).

Kejanggalan pertama ialah dari sisi uang tebusan. Ia menilai, kelompok Abu Sayyaf jarang meminta uang tebusan dalam bentuk ringgit.

"Jadi ini agak aneh, biasanya pakai USD kalau tidak peso. Nah kalau ringgit ini kemungkinan kelompok bersenjata Malaysia, bisa juga orang Filipina yang tinggal di Sabah kan banyak di daerah Kandakan, Tawi-tawi," imbuhnya.

Kedua, para penyandera juga langsung menghubungi keluarga menggunakan nomor yang tidak steril, yakni milik juru mudi, Ismail. Ridwan menganggap adanya kesan terburu-buru dan tidak profesional.

(Baca juga: Menlu Pastikan Tujuh ABK Disandera Kelompok Bersenjata di Filipina)

"Amatir. Kalau Abu Sayyaf mereka bikin jeda waktu termasuk mereka siapkan tempat-tempat persembunyian baru kemudian mengajukan tawaran. Jadi tidak langsung begitu," sambungnya.

Terakhir, para penyandera juga langsung melepas kapal dan memunculkan ada saksi mata, yakni keenam rekan ABK TB Charles. Ridwan menyebut, hal tersebut bukanlah tipologi pergerakan Abu Sayyaf.

"Mereka jarang melepas kapal. Kalaupun dilepas mereka ambil dulu, lalu mereka juga cuma ambil tujuh dan sisanya dilepas. Abu Sayyaf jarang sekali biasanya mereka ambil semua," tandasnya. (day)

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya