“Terindikasi ketidakmanfaatan keuangan negara karena koruptor tidak bisa dihukum maksimal karena ulah dari beberapa kalangan,” jelas Febri.
Sementara itu, Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko mengaku siap jika harus dicopot dari jabatannya. Hal itu tidak terlepas dari temuan adanya narapidana yang dengan leluasa keluar masuk memanfaatkan izin berobat.
(Baca juga: Kalapas Sukamiskin Siap Dicopot Terkait Napi Keluyuran)
"Kami pada prinsipnya tergantung pimpinan. Saya sebagai anggota menerima saja. Tapi siap kalau memang harusnya begitu. Masa nolak," ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di halaman Lapas Sukamiskin, Bandung, Rabu (8/2/2017).
Dedi sendiri sudah hampir empat bulan menyandang jabatan kepala di Lapas khusus terpidana korupsi itu. Dia mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin menekan adanya penyimpangan warga untuk bisa keluyuran.