PADA 1950-an, tak ada satu pun pengendara di perdesaan Curragh di County Kildare di Irlandia yang berani mendahului sebuah mobil Mercedes putih. Pasalnya mobil itu diketahui dikemudikan oleh tangan kanan Nazi atau salah satu penasihat Hitler yang paling dipercaya. Pria yang memiliki bekas luka di bagian wajah ini tak lain adalah Otto "Scarface" Skorzeny.
Pada masa Perang Dunia II, Otto dikenal sebagai Third Third Scarlet Pimpernel yaitu seorang komandan ternama. Skorzeny lahir di Wina pada 12 Juni 1908. Ia terlahir dari seorang keluarga kelas menengah di Austria dengan nenek moyang dari Polandia. Skorzeny dididik di Wina dan ia tak hanya menguasai bahasa Jerman, namun juga mampu menguasai bahasa Inggris dengan baik.
Semasa kuliah, Skorzeny memilih untuk mempelajari teknik sipil di bangku perguruan tinggi. Semasa itu juga, Skorzeny merupakan seorang pemain anggar yang mahir. Ia menjalani 15 pertandingan dan sepuluh di antaranya menyebabkan bekas luka mengerikan di wajahnya. Skorzeny adalah sosok pria yang karismatik. Ia bergabung dengan Nazi Austria pada 1930 dan mendapatkan banyak jaringan.
Ketika Jerman menginvasi Polandia pada 1939, ia menjadi seorang sukarelawan untuk bergabung dalam pasukan. Sayangnya Skorzeny yang kala itu berusia 31 tahun mendapatkan penolakan karena tubuhnya yang terlalu besar. Skorzeny diketahui memiliki sekira 193 meter dan bobot sebesar 113 kilogram (kg). Ia kemudian diterima sebagai petugas kadet di resimen penjaga pribadi Hitler, Leibstandarte SS Adolf Hitler (LSSAH).
Skorzeny ditugaskan di Front Timur dan ia sempat terluka akibat pecahan peluru pada Desember 1942. Ia kemudian dikirim kembali ke Berlin untuk perawatan dan penyembuhan. Di sinilah Skorzeny lalu mengerjakan gagasannya untuk perang inkonvensional. Ia mengusulkan untuk mengambil membentuk sebuah tim yang terdiri dari para pria dan melatih mereka untuk bertarung jauh di belakang garis musuh. Mereka ditugaskan untuk menyebabkan kerusakan dan menghancurkan instalasi penting, baik militer maupun sipil.
Strategi perang ini pertama kali diaplikasikan di peperangan di Iran. Namun sayangnya strategi ini berakhir gagal meskipun unit ini telah mencapai beberapa keberhasilan di belakang garis Rusia dalam kondisi kekurangan pasokan, peralatan dan pesawat pembom yang meluncurkan serangan dengan lambat. Pada Juli 1943, Hitler secara pribadi memilih Skorzeny untuk menyelamatkan Benito Mussolini dari penjara akibat pemerintahannya digulingkan.