Minimnya Perhatian Pemerintah terhadap Masjid Bersejarah

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Sabtu 08 Desember 2018 10:00 WIB
Masjid Al Alam Marunda (Foto: Achmad Fardiansyah)
Share :

JAKARTA dengan peninggalannya mengisahkan segudang cerita masa lalu. Namun, dari semua jejak sejarah itu tak semuanya terawat dengan baik.

Dari penelusuran Okezone, misalnya di Masjid Al Alam Marunda (Si Pitung) yang terletak di Marunda, Jakarta Utara. Kendati sudah menjadi cagar budaya, pemerintah masih terkesan setengah hati merawatnya.

Kusnadi, pengurus masjid yang dibangun pada abad 16 itu menuturkan, masjid yang dijaganya ini memiliki potensi wisata religi. Ia berharap, Pemprov DKI bisa lebih serius memperhatikan dan menjaga keaslian bangunan yang menjadi saksi sejarah dari zaman Mataram kuno.

"Tolong diperhatikan, karena masjid ini kurang perhatian sekali. Terutama sejak 2011 dana dari pemerintah tidak turun. Sebab itu, saya tolong pada pemerintah karena ini salah satu cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang. Intinya mari kita rawat bareng-bareng," ujarnya saat berbincang dengan Okezone belum lama ini.

Hal serupa dirasakan Farida, salah satu peziarah asal Koja, Jakarta Utara. Dirinya meminta pemerintah membenahi akses ke masjid agar mudah dilewati kendaraan roda empat.

Menurutnya, jika akses menuju masjid sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, potensi perputaran roda perekonomian bisa semakin baik. Terutama, bagi penjual suvenir dan lainnya.

"Kami minta sama pemerintah lah. Jangan genjot pembangunan di sekitaranya saja (Rusun Marunda), aksesnya kecil. Jadi, banyak orang yang kurang tahu lokasinya karena diapit gedung-gedung tinggi," tuturnya.

Masjid Jami Annawier yang terletak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat juga bernasib serupa. Di masjid yang dibangun pada 1760 lalu itu, Okezone menemui Dewan Kemakmuran Masjid Jami Annawier, Ustaz Diki Abu Bakar Basarip.

Menurut Ustaz Diki, Pemprov DKI terkesan abai dalam menjaga kelestarian masjid yang sudah menjadi situs cagar budaya itu. Potensi wisata religi yang harusnya mendatangkan peluang lapangan kerja jauh dari harapan.

"Kalau dari sisi pemerintah sendiri, mereka belum maksimal untuk memperhatikan bangun situs cagar budaya. Mereka hanya sebatas mendata memberikan satupengertian-pengertian yang terbatas, tidak memberikan solusi yang ke depannya," ujarnya.

"Namun, bagi kita itu tidak terlalu amat penting, karena kita memang memandangnya ini sebagai rumah ibadah kita, menjaganya hanya dari sumber daya dari masyarakat dan jamaah Annawier ini," imbuhnya.

Berlanjut ke Masjid As Salafiah, Okezone mendapati keluhan yang sama dari pengurusnya. Lagi-lagi, Pemprov DKI dianggap kurang perhatian terhadap kondisi masjid dengan gaya bangunan ala Eropa, China dan Jawa.

"Kemarin masjid ini bocor, swadaya masyarakat aja yang rapihin, (Gubernur DKI) Anies sejak jadi enggak pernah datang ke sini," tutup pengurus masjid yang terletak di Jalan Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur itu.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya