MODA Raya Terpadu atau MRT telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu, 24 Maret 2019 lalu. Masyarakat pun berbondong-bondong untuk "mencicipi" moda transportasi berbasis rel tersebut.
Usai mencoba angkutan massal itu, masyarakat memberi komentar terkait pengoperasian rangkaian kereta bernama Ratangga itu. Bagaimana tanggapan warga Jakarta dan luar Ibu Kota setelah menjajal MRT? Cukup puas atau masih banyak yang perlu dibenahi?
Fazri Rizkiya (26), salah satu penumpang yang dijumpai di Stasiun Bundaran HI menyatakan, pengoperasian MRT itu perlu peningkatan pelayanan agar masyarakat tertarik untuk menggunakannya. Salah satunya, yaitu penambahan petugas di stasiun.
"Kalau banyak petugas kan nantinya bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat," ujarnya kepada Okezone belum lama ini.
Selain itu, minimnya pemberitahuan atau pengumuman kepada masyarakat ikhwal dilarangnya membawa makanan dan minuman di area stasiun. Saat dirinya memasuki stasiun, tak ada satupun petugas keamanan terlihat melarang penumpang untuk tidak membawa kedua barang tersebut.
"Stasiun MRT kan memang didesain sedikit tempat sampah agar terlihat bersih. Tapi, saya lihat tidak ada pelarangan dan papan pengumuman supaya masyarakat tahu," katanya.
Wildan Martak (22), penumpang MRT lainnya bahkan mengaku bingung mengapa tidak tersedia bangku bagi penumpang yang menunggu di stasiun bawah tanah. Bahkan, di peron tempat menunggu kereta pun hanya tersedia sedikit.
"Lalu, papan informasi terkait kedatangan kereta dan pintu keluar juga sedikit. Kalau itu tidak ditambah maka akan membuat bingung masyarakat," kata Wildan.
Sementara itu, fasilitas tempat ibadah seperti musala di stasiun MRT terbilang kecil. Hal tersebut dikhawatirkan membuat masyarakat menunggu terlalu lama ketika di waktu-waktu padat penumpang.
"Saya lihat luas musala pria dan wanita kurang besar. Kalau memang desainnya seperti itu, diharapkan satu stasiun ada dua musala untuk pria dan wanita," kata Putra (23) warga Ciledug yang ditemui di Stasiun Lebak Bulus, belum lama ini.
Namun, menurutnya, dari segi kenyamanan perjalanan, kereta MRT Jakarta, sudah cukup nyaman. Hal itu dinilai karena masinis MRT mengambil jarak rem lebih cepat sebelum sampai ke stasiun tempat tujuan.
Keberadaan MRT di Jakarta juga membuat beberapa warga memiliki harapan baru untuk permasalahan kemacetan di Ibu Kota. Mereka berharap persoalan itu segera lenyap dari jalanan kota metropolitan seiring fasilitas di stasiun maupun kereta terus dibenahi ke depannya.
"Saya yakin ke depan MRT Jakarta akan lebih baik lagi dan bisa sebaik di negara luar. Lalu, akan jadi sarana transportasi warga dalam bekerja," kata Indri, penumpang MRT lainnya.
(Rizka Diputra)