Agar Damai dan Tak Jadi Polemik, Lembaga Survei Diminta Buka Data

Wahyu Muntinanto, Jurnalis
Senin 22 April 2019 00:22 WIB
Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Ist)
Share :

"Apabila semua pihak tidak segera membuka data mentah masing-masing, maka berita hoaks yang terus-menerus digaungkan, lama-kelamaan, bagi masyarakat bisa menjadi berita yang seakan-akan benar. Ini persis seperti yang dilakukan Adolf Hitler, melalui Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Joseph Goebels," sambungnya.

Viktor mengimbau keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah final hendaknya tetap dijaga baik oleh semua pihak.

"Mengutip wejangan KH Zainuddin MZ, kebangsaan adalah laksana gelas, apabila sempat pecah maka tidak bisa diperbaiki seperti semula. Lem kualitas apa pun tak akan bisa mengembalikan gelas pecah menjadi utuh kembali," imbuhnya.

Menurut dia, memberi contoh, jelas jauh lebih baik ketimbang memerintah. Maka itu ia mengingatkan kepada elite politik hendaknya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, ihwal kesiapan dalam mengikuti pesta demokrasi lima tahunan. Kesiapan itu tentunya, siap menjadi pemenang, dan secara demokratis juga siap apabila belum menjadi pemenang.

"Jangan melupakan kata-kata penyair Yunani Kuno, Polybus: A good general not only sees the way to victory, but also knows when victory is impossible yaitu seorang jenderal yang baik bukan hanya harus tahu bagaimana meraih kemenangan, tetapi juga harus ketika kemenangan mustahil diraih," pungkasnya.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya