Mereka yang meninggal terdiri dari petugas KPPS sebanyak empat orang, petugas PPS dua orang, anggota linmas sebanyak tiga orang, dan satu tenaga pendukung KPU.
"Laporan dari berbagai daerah di Jatim ada 10 perangkat pemungutan suara yang meninggal dalam menjalankan tugas saat pemilu. Mereka mengalami kelelahan, sakit dan akhirnya meninggal dunia," terang Ketua KPUD Provinsi Jatim, Choirul Anam, Senin (22/4/2019).
Menurutnya, dengan adanya kejadian tersebut diharapkan proses pemilu serentak berikutnya tidak digelar dalam satu hari. Melainkan digelar dengan beberapa tahapan, namun masih dalam tahun yang sama. Sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.
"Misal pileg dulu, baru setelah itu pilpres yang dilaksanakan dalam tahun yang sama. Pemilu serentak kali ini banyak menguras tenaga di lapangan. Rata-rata petugas KPPS selesai sampai subuh, bahkan ada yang selesai sampai pukul 07 00 pagi," tandas Anam.
(Awaludin)