JAKARTA - Kerusuhan terjadi sejak 21 dan 22 Mei usai masa melalukan demonstrasi di gedung Bawaslu. Alhasil, aksi yang berujung anarkis itu pun merugikan sektor usaha.
Merespons hal tersebut Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Muda Muslim Nasional (Permunas), Mulyadi Siregar mengatakan apabila kericuhan antara sebagian massa yang demo sangat tidak baik bagi iklim bidang industri. Seperti Tanah Abang, Sarinah, dan sekitarnya.
“Misal, akibat tutupnya aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang, sehari bisa mengalami kerugian Rp100 miliar, belum lagi banyak pedagang kecil mau pun pembeli dari daerah untuk kebutuhan lebaran sangat terganggu,” kata Mulyadi, Kamis (23/5/2019).
Pasca kerusuhan yang terjadi pada 21 dan 22 Mei di kawasan Jalan Jatibaru, Tanah Abang, dan kawasan Bawaslu RI, sambungnya, Pemprov DKI memutuskan untuk menutup sementara Pasar Tanah Abang, dari Blok A hingga Blok G. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan susulan pada hari ini.
(Baca Juga: Kericuhan Pendemo Meluas, Pasar Tanah Abang Tutup)
Dia juga menyarankan, sudah saatnya semua pihak menahan diri dan kembali menempuh jalur konstitusional untuk menyelesaikan sengketa politik.