Survei SMRC: Terjadi Pelemahan Perbaikan Demokrasi Pasca-Kerusuhan 21-22 Mei

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Minggu 16 Juni 2019 18:34 WIB
Aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu (foto: Okezone)
Share :

Dari 43 persen responden tersebut, 7 persen diantaranya mengaku kepada SMRC takut terhadap penangkapan.‎ Kemudian, 31 persen responden menyatakan sering merasa takut. Jika ditotal, maka terdapat 38 persen responden yang takut ditangkap secara semena-mena pasca kerusuhan.

Berdasarkan survei, pasca pemilu 2009, ada 24 persen responden yang merasa takut. Kemudian, pasca pemilu 2014, terdapat 24 persen. Sementara, pasca pemilu dan kerusuhan 21-22 Mei 2019, angkanya naik menjadi 38 persen responden yang merasa takut.

SMRC melakukan survei tersebut pada 20 Mei hingga 1 Juni 2019 dengan melibatkan 1.078 responden yang dipilih secara acak. Responden tersebut merupakan penduduk Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah mempunyai hak pilih.

Metode survei dilakukan dengan ‎wawacara tatap muka secara langsung oleh pewawancara yang sudah terlatih. Adapun, margin of eror dalam penelitian ini sebesar lebih kurang 3,05 persen.‎ SMRC menegaskan bahwa pendanaan survei tersebut dibiayai oleh sendiri.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya