Mengapa Cerita KKN di Desa Penari Begitu Banyak Menarik Perhatian?

Syaiful Islam, Jurnalis
Sabtu 07 September 2019 12:02 WIB
Kesenian di Banyuwangi (Foto: Disparbud Banyuwangi/Ist)
Share :

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembanhan Masyarakat (LPPM) Unair Surabaya, Eko Supeno, menjelaskan konsep KKN yang terapkan di Unair Surabaya saat ini mengembangkan berbagai banyak skill. Dimana pihaknya menekankan pada nilai manfaat.

"Terlalu ke pelosok mungkin nilai manfaatnya pada hal tertentu tidak maksimal. Oleh karena itu konsepnya kita bagi skill. Ada KKN back to village itu memungkinkan juga mereka pergi ke pelosok, itu kan KKN berbasis asal dari mahasiswa. Kalau mereka dari Gorontalo ya ke Gorontalo, lalu mereka bentuk tim," ucap Eko.

Menurut Eko, mereka mau mengembangkan wilayahnya. Sebelum melaksanakan KKN, mahasiswa harus menyusun proposal dan dikoreksi serta dievaluasi pihak kampus. Ketika tidak ada persoalan, mereka akan berangkat KKN ke daerah asal.

Sedangkan untuk KKN reguler itu kecenderungannya wilayah itu ditentukan secara bersama-sama dengan pemilik wilayah. Misal Bojonegoro punya wilayah-wilayah yang perlu disentuh oleh pihak-pihak eksternal. Semua KKN baik reguler maupun back to village berbasis tematik.

Dimana program yang dikerjakan kontennya fokus pada suatu tertentu. Misal temanya menyangkut obat-obatan, maka anak-anak yang ikut KKN kesana berorintasi pada kesehatan. Durasi KKN sendiri selama satu bulan di lapangan.

"Kalau di kita mewajibkan mahasiswa ikut KKN, dari segi filosofi KKN adalah salah satu kesempatan mahasiswa bekerja multi disiplin dengan teman lain. Tujuan pertama dari KKN adalah proses pembelajaran. Kedua karena proses belajarnya di tengah-tengah masyarakat maka mahasiswa turut serta membantu bukan ambil alih tugas pemerintah, memecahnkan masalah di masyarakat," ungkapnya.

Disinggung apa mahasiswa yang sudah ikut KKN pernah ada yang mengalami hal mistis, ia menyatakan hampir semua kehidupan di negara yang masih mengakui mistis, ini tidak bisa dihindarkan. Bahkan menjadi sebuah kemasan menarik buat sebagain mahasiswa dan menjadi tantangan.

Kedua menjadi sebuah isu yang membuat mereka semacam guyonan, cerita-cerita kehidupan mereka ke depan. Selama dirinya menangani mahasiswa KKN belum pernah menjadi isu seperti sekarang.

"Kayak kemarin mahasiswa di Sumatera. Saat dia capek bisa saja mengalami masa-masa blank. Kesurupan ada aspek mistis dan psikis. Jadi menurut saya bukan sesuatu yang berlebihan tapi ada. Tapi itu asyiknya, pernak perniknya," tukas Eko.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya