Terlebih lagi, lanjut dia, pengunggah melabeli cerita tersebut "kisah nyata" sehingga membuka rasa penasaran warganet untuk membaca dan mengaitkannya ke dunia nyata.
"Jadinya netter membuktikan kebenaran lokasi dan kebenaran cerita. Kalau enggak dilabeli 'kisah nyata' mungkin enggak viral, karena ada label 'kisah nyata' pada menghubungkan ini dari kampus mana, si Widya yang diceritakan masih hidup atau enggak, dan seterusnya. Kenapa yang horor-horor viral, karena pakai label 'kisah nyata' atau 'pengalamanku'," tutupnya.
Baca juga: Rowo Bayu, "Desa Penari" Saksi Peradaban Kerajaan Blambangan
(Hantoro)