JAKARTA – Pengamat media sosial, Irwansyah, mengatakan unggahan 'KKN di Desa Penari' dianggap sebagai cerita biasa. Alasannya, KKN di Desa Penari adalah sebuah cerita, bukan berbentuk berita.
Baca juga: Unsur Mistis Tari Seblang di Cerita KKN, Penari Diminta Menari 7 Hari Terus Menerus
"Kalau versi saya, KKN di desa penari itu based on true events. Saya menganggap KKN di Desa Penari itu sebagai cerita, bukan berita. Kalau cerita, ya karangan, jadi bukan termasuk hoaks," kata Irwansyah saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (6/9/2019).
Ia menuturkan, cerita KKN di Desa Penari sudah menarik dari awal karena disebarkan akun anonim, sehingga menimbulkan kesan misteri yang lebih mendalam.
Baca juga: Cerita Seperti KKN Desa Penari Lindungi Situs Plangon Cirebon dari Perbuatan Asusila
"Kenapa bisa viral, karena penuturan cerita bagus. Kalau dilihat dari akun yang menyebarkan, akun anonim ini emang sering bikin thread cerita horor. Entah buat latihan nulis atau dia punya bakat nulis enggak tersalurkan," ucap Irwansyah.
Terlebih lagi, lanjut dia, pengunggah melabeli cerita tersebut "kisah nyata" sehingga membuka rasa penasaran warganet untuk membaca dan mengaitkannya ke dunia nyata.
"Jadinya netter membuktikan kebenaran lokasi dan kebenaran cerita. Kalau enggak dilabeli 'kisah nyata' mungkin enggak viral, karena ada label 'kisah nyata' pada menghubungkan ini dari kampus mana, si Widya yang diceritakan masih hidup atau enggak, dan seterusnya. Kenapa yang horor-horor viral, karena pakai label 'kisah nyata' atau 'pengalamanku'," tutupnya.
Baca juga: Rowo Bayu, "Desa Penari" Saksi Peradaban Kerajaan Blambangan
(Hantoro)