BNPB Nilai Pulau Sebaru Lebih Bagus Dibandingkan Natuna untuk Observasi WNI

Sarah Hutagaol, Jurnalis
Rabu 26 Februari 2020 16:46 WIB
Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Rustian (foto: Okezone.com/Sarah)
Share :

JAKARTA - Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian menilai bahwa Pulau Sebaru Kecil lebih baik dibandingkan dengan Natuna untuk mengobservasi WNI dari Kapal World Dream.

Hal tersebut lantaran menurut Rustian menjelaskan, di Pulau Sebaru Kecil tersebut lebih memiliki fasilitas lengkap, seperti bangunan rumah yang sudah terdapat banyak kamar.

"Dibandingkan dengan Natuna, Sebaru lebih bagus. Karena kan Sebaru ini adalah rumah. Jadi ada kamar-kamar, bagus, fasilitasnya sudah lengkap," ucap Rustian di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (26/2/2020).

 Baca juga: Kasus Virus Korona di Korsel Bertambah 169, Lebih dari 1.100 Dikonfirmasi

Lebih lanjut, Rustian pun memaparkan kalau lokasi observasi yang merupakan bekas tempat rehabilitasi pecandu narkotika tersebut bisa menampung kurang lebih 200 orang.

Kendati demikian, dari segi logistik, Rustian menyebutkan tidak ada yang berbeda dari penanganan observasi di Natuna dengan Pulau Sebaru. Semuanya lengkap dengan tim medis, dan juga pengamanan.

 Baca juga: Komisi VIII DPR Minta Menag Antisipasi Virus Korona terhadap Jamaah Haji

"Ya lengkap, semua perlengkapan peralatan itu semua sudah lengkap. Peralatan, dokter-dokternya, bahkan ahli gizinya, sanitasinya, dan psikologinya juga ada," paparnya.

Sekadar diketahui, 188 WNI dari Kapal World Dream yang bersandar di Perairan Selat Johor telah dievakuasi ke Pulau Sebaru Kecil dengan melalui proses pemindahan dari kapal tersebut ke Kapal KRI Soeharso di Selat Durian, Riau pada hari ini pukul 10.00 WIB.

Direncanakan, 188 WNI yang diberangkatkan dari Selat Durian, Riau akan tiba di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu pada Jumat, 28 Februari 2020 pukul 09.00 WIB.

Untuk proses observasi selama 14 hari di Pulau Sebaru Kecil, diturunkan sebanyak 762 personel gabungan yang terdiri dari gabungan TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Kementerian Kesehatan.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya