Rumah Sakit Rujukan Pasien Virus Korona di Indonesia Bertambah Jadi 137

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Kamis 05 Maret 2020 11:19 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Okezone.com/Sarah)
Share :

JAKARTA – Pemerintah sudah menambah jumlah rumah sakit rujukan untuk menangani virus korona atau Covid-19 menjadi 137, dari sebelumnya hanya 100 rumah sakit. Beberapa rumah sakit swasta juga sudah menawarkan diri untuk dijadikan rujukan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy seperti dimuat dalam laman resmi Setkab, Kamis (5/3/2020).

“Sekarang kan sebetulnya tiap hari kan ada update hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) kita seluruh Indonesia. Ini terus kita benahi, kita sempurnakan setelah dengan betul-betul kejadian kasus yang kemarin ada 2 kasus,” kata Muhadjir Effendy.

Selepas mengikuti rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 4 Maret kemarin, Muhadjir mengatakan, kini sedang dilakukan tracking penelusuran jejak mata rantai dari terutama kontak pasien virus korona dengan orang yang sebelumnya sudah tertular.

 

RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, salah satu rumah sakit rujukan pasien korona (Okezone)

“Dan juga mungkin akan kita cari juga beberapa kasus yang kemarin sempat muncul yaitu misalnya ada penumpang dari WN New Zealand yang dari Iran mampir di Bali, sudah kita telusuri semua, mungkin ada sekitar ada 30-an pihak dan ternyata negatif,” ujar Muhadjir seraya menambahkan tetap kerja sama dengan media.

Menko PMK menegaskan akan terus melakukan tracking setiap ada kasus akan ditelusuri sampai sejauh mungkin sehingga bisa diketahui mata rantai dari penyebaran virus korona.

Baca juga: Ini Daftar 100 Rumah Sakit Rujukan Virus Korona di Indonesia

Pemerintah kini juga sedang merehabilitasi bangunan-bangunan bekas tempat penampungan pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau menjadi rumah sakit menangani penyakit menular termasuk disebabkan virus korona.

“Bapak Presiden beri pengarahan beliau menyampaikan kurang dari sebulan harus sudah siap digunakan, sebagai alternatif. Jadi yang lain juga tetap Natuna menjadi pilihan, Sebaru menjadi pilihan. Nanti mana yang paling mungkin,” pungkas Menko PMK.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya