Khawatir Makin Membuat Resah, Pemkot Malang Enggan Bagikan Masker Gratis

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 06 Maret 2020 13:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
Share :

KOTA MALANG - Di tengah ancaman Covid-19 atau virus korona, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan tak akan membagikan masker secara gratis kepada warga.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan pembagian masker sebagaimana dilakukan sejumlah daerah lain kepada warganya justru dianggap bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Justru kalau dilakukan itu menimbulkan kecemasan di masyarakat," tegas Sutiaji saat ditemui pada Jumat pagi (6/3/2020).

Sutiaji menjelaskan masker hanya boleh dipakai untuk orang yang sakit, petugas medis yang menangani orang sakit, dan keluarga pasien yang menderita penyakit menular.

"Kalau dilakukan (pembagian masker gratis) mencemaskan, tapi bagi orang yang membutuhkan tentu bisa bekerjasama dengan kami. Kalau masyarakat umum diedarkan masker, justru ada kecemasan berlebihan malah menimbulkan kecemasan itu," ucap pria berkacamata ini.

Baca Juga: Kaget Harga Masker Rp450 Ribu, Wali Kota Malang: Jangan Sampai Ada yang "Bermain"!

Ia memastikan stok masker di Kota Malang bagi instansi medis cukup hingga dua bulan mendatang. Meskipun belasan rumah sakit di Malang, mengaku sudah kehabisan stok masker.

"Di kami stok masih cukup, info dari Dinkes puskesmas cukup sampai dua bulan, kami pastikan juga cukup tapi itu bukan untuk masyarakat umum," jelasnya.

Pihaknya menambahkan ketersediaan masker telah dipastikan aman, mengingat telah dianggarkan dalam penganggaran di tahun 2019 lalu.

"Kalau di Dinkes aman mencukupi untuk empat bulan, ada (masker) yang sudah dimasukkan ke Dinkes dan ada yang dimasukkan ke puskesmas, itu pengadaan tahun 2019," tutupnya.

Sebelumnya ketersediaan masker di Kota Malang langka, dari 70 apotek yang ada di Malang, hanya ada lima apotek yang masih memiliki stok masker, itupun dalam jumlah terbatas.

Bahkan dari laporan yang masuk sejumlah masker di Malang mengalami kenaikan harga cukup signifikan, hingga diharga Rp 450.000 sebagaimana yang ditemukan wali kota Malang.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya