SERANG - Objek wisata religi Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten tetap ramai. Para peziarah dan wisatawan tidak terpengaruh dengan mewabahnya virus corona atau Covid 19 yang sudah menyerang empat warga di tanah jawara.
"(Tidak terpengaruh virus corona) Yang ziarah di Masjid Banten Lama masih (mengunjungi) banyak," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim kepada wartawan, Sabtu (14/3/2020).
Objek wisata Banten Lama menjadi tujuan favorit masyarakat di Pulau Jawa bahkan di Indonesia. Wisatawan bisa mendoakan para sultan di dalam kawasan Masjid Banten Lama, belajar sejarah di museum purbakala Banten, keraton Surosowan, Banteng Despelwijk.
Pemrov Banten sudah menggelontorkan ratusan miliar guna menata, merevitalisasi kawasan Banten lama yang menjadi ikon Provinsi Banten.
Kini, wajah Banten Lama sudah berubah dengan payungnya seperti di Madinah, pedagang kaki lima sudah tertata, pedestrian sudah rapih. "Kalau orang ziarah enggak ada libur (virus corona), seperti biasa," kata WH.
Namun, objek wisata di kawasan Pantai Anyer dan sekitarnya memang sepi setelah mewabahnya virus corona. Diperparah lagi pasca terjadinya bencana tsunami yang terjadi pada akhir tahun 2018. "Dari dulu setelah tsunami juga sudah turun," kata dia.
Sementara itu, jajaran Polres Serang ikut bersama sama dengan para santri membersihkan lingkungan di dalam kawasan Ponpes An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang milik Wakil Presiden KH Maruf Amin.
"Sesuai dengan arahan kapolri, kita bersama-sama membersihkan di titik-titik keramaian seperti di lingkungan Ponpes An Nawawi, dan masjid yang kerap dikunjungi wisatawan yang ingin berziarah," kata Kapolres Serang AKBP Mariyono.
(Awaludin)