Rumah Singgah di Sulut Sudah Siap Menampung ODP Corona

Subhan Sabu, Jurnalis
Rabu 01 April 2020 16:07 WIB
Rumah Singgah di Sulut untuk ODP Corona (Foto: Okezone/Subhan)
Share :

MANADO - Gedung Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) atau Balai Pendidikan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Desa Watutumou Kecamatan Kalawat Minahasa Utara yang dipersiapkan sebagai rumah singgah kini sudah mulai menerima pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Gedung tersebut menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH disiapkan sebagai rumah singgah bagi ODP dan bukan rumah sakit khusus sebagaimana konsep wisma atlet di Jakarta.

Rumah singgah tersebut dipersiapkan sebagai ruang isolasi bagi ODP yang datang dari daerah dengan transmisi lokal ke provinsi Sulawesi Utara dan kemudian ada gejalanya, gejala tunggal entah demam atau batuk.

"Nah kami sarankan sesuai dengan protapnya untuk tinggal disitu sekitar 10 sampai 14 hari tergantung dari hasil pemeriksaan. Kalau hasilnya dua kali negatif dalam jarak 10 hari dia akan dikeluarkan, tetapi kalau perlu sampai 14 hari dia harus siap tinggal di rumah singgah selama 14 hari dengan pemantauan tenaga medis yang ada di rumah isolasi tersebut," jelas Dandel, Selasa (1/4/2020).

Kedepan menurut Dandel akan dilihat perkembangan dan tantangannya seperti apa, serta perbaikan apa yang harus dilakukan. ODP yang masuk di rumah singgah itu dimintakan untuk mandiri karena konsepnya adalah less contact atau kontak seminimal mungkin dengan petugas kesehatan demi menjaga kesehatan dari petugas meski mereka menggunakan APD lengkap.

"Jadi ada kamar-kamar disitu, setiap pagi akan diperiksa secara rutin oleh petugas kesehatan tapi diusahakan seminimal mungkin kontak dengan petugas kesehatan. Nanti akan kami sampaikan lagi berapa ODP yang dirawat disitu," jelas Dandel.

Sampai dengan hari ini ODP di Sulut berjumlah 361, PDP sebanyak 18 dan jumlah terkonfirmasi positif masih tetap 2 dimana yang dirawat tinggal satu orang sedangkan satu lainnya setelah dua kali dinyatakan negatif Covid-19 akhirnya meninggal dunia akibat penyakit gagal ginjal stadium 5.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya