RIYADH – Hingga 150 anggota keluarga kerajaan Arab Saudi telah terinfeksi virus corona (COVID-19) dalam beberapa pekan terakhir, demikian dilaporkan New York Times mengutip beberapa sumber termasuk rumah sakit, dokter Arab Saudi dan orang-orang yang dekat dengan keluarga kerajaan.
Menurut laporan tersebut, Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz yang berusia 70-an tahun saat ini dalam perawatan intensif setelah tertular virus corona. Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) telah mengasingkan diri untuk menghindari wabah.
Dokter di rumah sakit elit yang merawat para bangsawan sedang mempersiapkan 500 tempat tidur lagi untuk mengantisipasi masuknya pasien baru.
"Arahan harus siap untuk VIP dari seluruh negeri," demikian disampaikan operator fasilitas elit, Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal, dalam peringatan “kewaspadaan tinggi" yang dikirim secara elektronik kepada dokter senior pada Selasa (7/4/2020).
"Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami dapatkan tetapi waspada," kata pesan itu. Diinstruksikan juga bahwa "semua pasien kronis untuk dipindahkan secepatnya" dan hanya "kasus mendesak utama" yang akan diterima, demikian dilaporkan New York Times sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (9/4/2020).
Peringatan itu menambahkan bahwa setiap anggota staf yang terinfeksi sekarang akan dirawat di rumah sakit yang kurang elit untuk menyediakan ruang bagi para bangsawan.
Ada ribuan pangeran Saudi. Banyak yang bepergian secara teratur ke Eropa dan beberapa di antaranya diyakini telah tertular virus di luar negeri dan membawanya kembali ke Arab Saudi, kata laporan itu.
Hingga Rabu (8/4/2020) kerajaan berpenduduk 33 juta jiwa itu telah melaporkan hampir 3.000 kasus Covid-19 dan 41 kematian. Pandemi Covid-19 juga berdampak besar pada kehidupan di Arab Saudi, terutama dengan ditutupnya dua masjid suci umat Muslim dalam upaya mencegah penyebaran virus tersebut.
(Rahman Asmardika)