SEBUAH video yang memperlihatkan mayat korban virus corona (COVID-19) yang terbaring di sebelah pasien hidup yang berjuang melawan penyakit tersebut telah diambil dari sebuah rumah sakit di Brasil.
Video mengerikan muncul ketika Presiden Brasil Jair Bolsonaro memicu kemarahan karena memecat menteri kesehatannya Luiz Henrique Mandetta karena mendesak pemerintah untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi pandemi.
Terlihat dalam video itu sedikitnya 14 jasad korban meninggal Covid-19 yang diletakkan di samping pasien yang masih hidup. Pemandangan itu direkam di Rumah Sakit Darurat Joao Lucio di Kota Manaus, Negara Bagian Amazonas, Brasil utara.
Video yang dilaporkan direkam oleh seorang perawat itu menunjukkan jasad para korban yang tersebar di seluruh lorong rumah sakit, dibaringkan di atas ranjang, dengan beberapa ditutupi selimut dan di samping pasien yang diintubasi.
Denuncia gravíssima!
Isso aqui é no #HospitalJoãoLúcio, precisamente n 'sala rosa". Pacientes entubados dividindo o msm espaço com cadáveres (suspeitos de Covid). Cadê o investimento d governo do AM?@RenovaMidia @jairbolsonaro@Biakicis@BolsonaroSP@JornalBSM@leandroruschel pic.twitter.com/H0N75FHgKD— Prestes (@PrestesJf) April 16, 2020
Dalam sebuah pernyataan kepada pers mengenai video rumah sakit itu, Menteri Kesehatan Amazonas mengatakan bahwa para korban telah meninggal antara 15 April malam dan 16 April pagi. Dia menambahkan bahwa lima mayat yang terlihat dalam video tersebut telah dipindahkan.
Menurut laporan, sembilan mayat korban lainnya masih berada di rumah sakit menunggu anggota keluarga dengan sertifikat kematian.
“Departemen Kesehatan Negara Bagian (Susam) mengklarifikasi bahwa 14 kematian yang terjadi di Rumah Sakit João Lúcio, antara (Rabu) malam dan Kamis pagi, adalah pasien yang diduga dari Covid-19.
"Dari 14 kematian, lima sudah dibebaskan sampai pukul 17:00 Kamis ini, dan sembilan menunggu anggota keluarga dengan sertifikat kematian," demikian isi pernyataan yang dilansir Daily Mail itu.
Pernyataan dari Menteri Kesehatan mengatakan rumah sakit itu sekarang digunakan untuk mengobati pasien COVID-19 karena Rumah Sakit Delphina Aziz yang lebih besar telah kepenuhan. Jumlah tempat tidur di sana sedang ditingkatkan untuk memenuhi tingkat permintaan yang tinggi.
"Susam juga menginformasikan bahwa Rumah Sakit João Lúcio telah menerima pasien yang dicurigai dari Covid-19 sampai jumlah tempat tidur di Rumah Sakit Delphina Aziz meningkat dan Rumah Sakit Nilton Lins beroperasi," kata pernyataan itu.
Pada Sabtu (18/4/2020), jumlah kasus Covid-19 di Negara Bagian Amazonas telah mencapai 1.719 dengan 124 kematian. Negara bagian itu merupakan salah satu yang memiliki tingkat infeksi tertinggi di Brasil.
Berdasarkan laporan terbaru pada Senin (20/4/2020), Brasil memiliki lebih dari 38.600 kasus Covid-19 dengan hampir 2.500 kematian.
(Rahman Asmardika)