Kematian hingga 23 Ribu Jiwa, Presiden Bolsonaro Salahkan Semua Pihak di Brasil

Agregasi VOA, Jurnalis
Selasa 26 Mei 2020 12:36 WIB
Presiden Brasil batuk-batuk saat berpidato. (Foto/YouTube)
Share :

BRASILIA - Korban tewas akibat Covid-19 melampaui 23 ribu jiwa di Brasil, Presiden Jair Bolsonaro menyalahkan para wali kota, gubernur, menteri kesehatan yang akan undur diri, Ketua Majelis Rendah, dan media yang dituduh mengganggu kestabilan pemerintahannya. 

Bolsonaro menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang pejuang tangguh yang berpandangan jauh ke depan walau dia tidak populer.

Dia juga berpendapat penutupan ekonomi untuk mengendalikan Covid-19 pada akhirnya akan menyebabkan lebih banyak penderitaan dibandingkan membiarkan pandemi itu berlanjut tanpa banyak intervensi.

Penolakan para gubernur untuk mematuhi perintahnya yang hendak membuka sejumlah pusat kebubaran (fitness center) disebutnya sebagai sikap mereka yang otoriter.

Baca juga: Kembali Catat Rekor Kematian Tertinggi, Brasil Akan Jadi Episentrum Baru Covid-19

Baca juga: Presiden Brasil Dorong Penggunaan Obat Malaria untuk Pasien Covid-19

Saat ditanya mengenai angka kematian Brasil yang melampaui China, Presiden Brazil itu pura-pura tidak berdaya.

"Saya tidak bisa melakukan keajaiban. Apa yang kalian ingin saya lakukan?" ujarnya.

Dihadapkan dengan pemberlakuan larangan bepergian oleh AS akibat Covid-19 yang tersebar luas, salah satu penasihat Bolsonaro menyebut pers Brasil sebagai histeris.

Sejak wabah merebak, pemimpin Brasil itu tidak mau mengakui dampak dari tindakannya, terutama memperlemah pemberlakuan aturan tinggal di rumah dari sejumlah pemimpin daerah.

Pengecualian yang sangat jarang terjadi pada pertengahan April 2020, ketika Bolsonaro menunjuk menteri kesehatan baru dengan mandat untuk menyelamatkan ekonomi dari ancaman virus corona.

Kurang dari dua minggu kemudian, ketika angka kematian Brazil melebihi 5.000, kepada wartawan ia menyampaikan, "Anda tidak bisa menuduh saya, jumlah itu bukan tanggung jawab saya."

Hampir sebulan kemudian, jumlah korban Covid-19 di negara berpenduduk 211 juta itu meningkat lebih dari empat kali lipat, menjadi 22.666 jiwa, dan terus bertambah.

Mahkamah Agung Brazil telah menetapkan bahwa negara-negara bagian dan sejumlah kota memiliki wewenang untuk memberlakukan isolasi. 

Pada 7 Mei 2020 Bolsonaro dengan sengaja berjalan melintasi Three Powers Plaza di ibu kota negara itu menuju ke Mahkamah Agung, bersama sekelompok menteri dan para pemimpin bisnis di belakangnya dan menuntut agar beberapa aturan pembatasan lokal untuk diubah. 

Merujuk data Universitas Johns Hopkins, Selasa (26/5/2020) virus corona di Brasil telah menginfeksi 374.898 orang, menyebabkan 23.473 kematian, dan 153.833 orang sembuh dari Covid-19. 

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya