JAKARTA - Jumlah penderita dan kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tercatat tertinggi se-Asia. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) jumlah kasus pasien dalam pemantauan (PDP) anak ada 3.324 dan positif Covid-19 sebanyak 584 anak hingga 18 Mei 2020.
Sementara jumlah kasus PDP anak yang meninggal ada 129 anak, dan positif Covid-19 meninggal ada 14 anak.
Menanggapi hal itu, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta pemerintah kembali membuka angka PDP di Indonesia. Ia menduga bahwa anak-anak mulai menjadi korban dalam penyebaran Covid-19 di Indonesia.
"Kita semua tidak boleh diam dan menganggap wajar, ketika ada anak usia 11 dan 14 tahun meninggal lantaran terinfeksi virus Covid-19. Ini harus menjadi alarm," kata Retno saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (28/5/2020).
Baca juga: Bagaimana Update New Normal Jabar dan DKI Jakarta? Saksikan di Special Report iNews Sore Ini
"Oleh karena itu, pemerintah harus transparan dengan membuka data usia PDP di Indonesia. Karena, ketika mulai jatuh korban anak-anak itu menandakan bahwa penanganan pemerintah terhadap wabah Covid-19 adalah buruk," tambah dia.
Retno juga meminta pemerintah menyiapkan rumah sakit rujukan khusus anak yang terinfeksi Covid-19.
"Kalau pun menggunakan rumah sakit rujukan yang saat ini sudah ada tetap harus dipastikan apakah ada ruang isolasi khusus anak," ucap Retno.
Baca juga: Sekolah Akan Dibuka, Wali Murid: Kesehatan Anak-Anak Lebih Berharga Daripada Nilai Rapor
Ia pun mendorong agar pemerintah melibatkan IDAI ketika sudah ada pasien anak. Pasalnya, penanganan pasien anak positif corona tentu saja berbeda dengan memperlakukan pasien dewasa.
"Selain itu, dokter paru untuk anak juga keharusan yang tidak bisa ditawar di rumah sakit rujukan," jelas dia.
Retno mengingatkan, bahwa anak memiliki imunitas yang lebih rendah dari orang dewasa. Menurut dia, perawatan anak yang terinfeksi corona harus diisolasi bersama orangtuanya.
"Perlu diingat bahwa, anak balita tidak mungkin diisolasi tanpa orang tuanya. Ketika anak diiisolasi dengan orang tuanya, maka orangtuanya juga harus mendampingi. Orangtua yang semula sehat, ketika merawat anaknya yang sakit otomatis akan tertular. Kalau anak sakit, satu rumah bisa sakit semua, mengingat penularan Covid-19 sangat mudah dan cepat," tutur Retno.
Ia pun menyoroti semua faktor yang dilakukan pemerintah dalam menangani anak yang terjangkit virus corona.
"Mulai dari apakah Indonesia sudah memiliki ruang isolasi pasien anak, atau adakah rumah sakit rujukan khusus anak, apakah di rumah sakit rujukan yang ada saat ini tersedia dokter paru untuk anak, dan sebagainya," pungkasnya.
(Awaludin)