JAKARTA – Pasien konfirmasi baru Covid-19 di wilayah Jawa Timur terus bertambah setiap harinya. Bahkan jumlah kasus positif corona Jatim telah mencapai 14.013 orang.
Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Syahrizal Syarif mengatakan, salah satu penyebab yang mengakibatkan terus bertambahnya pasien baru konfirmasi positif corona di Jatim lantaran adanya pelonggaran aktivitas masyarakat. Ditambah lagi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun sudah tak berlaku.
“Ya, setiap ada pelonggaran maka akan ada penularan transmisi lokal karena kemampuan pemeriksaan spesimen kita juga belum maksimal,” kata Syahrizal saat dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (6/7/2020).
Sebagaimana diketahui, PSBB di Surabaya Raya sendiri telah berakhir pada 8 Juni 2020, setelah diterapkan selama 3 jilid.
Lebih lanjut, dia menyebut Kota Surabaya menjadi salah satu tempat yang paling berisiko penyebaran Covid-19.
“Kota Surabaya merupakan wilayah paling berisiko, diikuti DKI Jakarta,” tuturnya.
Pemerintah mencatat penambahan kasus Covid-19. Per Minggu (5/7/2020), tercatat ada penambahan pasien positif corona sebanyak 1.607, sehingga total menjadi 63.749 orang
"Kasus konfirmasi positif covid-19 pada hari ini 63.749 pasien," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB.
Baca Juga : Pemerintah Akui Angka Kematian Covid-19 Indonesia Relatif Lebih Tinggi dari Rata-Rata Dunia
Dalam data yang ia paparkan, Jawa Timur (Jatim) masih tercatat sebagai penyumbang terbanyak kasus baru positif corona, yakni 552 kasus
Sementara di urutan kedua dicatatkan oleh DKI Jakarta dengan penambahan 257 kasus. Lalu di urutan ketiga terdapat Jawa Tengah dengan penambahan 208 kasus baru positif.
Baca Juga : Tingkat Kesembuhan Corona di 11 Provinsi Ini Capai 75%
(Erha Aprili Ramadhoni)