Dia mengatakan, kontraksi ekonomi tersebut sudah dialami oleh Indonesia di kuartal pertama. Dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 2,97%, turun dari yang biasanya 5%.
Baca juga: Mahfud MD: Pemerintah Sedang Siapkan Perpres TNI Tanggulangi Terorisme
Meskipun angka di kuartal kedua belum keluar, Jokowi mengingatkan agar jajarannya berhati-hati mengingat terdapat penurunan permintaan, penawaran, dan produksi.
"Dari demand, supply, production, semuanya, terganggu dan rusak. Ini kita juga harus paham dan sadar mengenai ini. Karena apa? Ya mobilitasnya kita batasi. Mobilitas dibatasi, pariwisata anjlok. Mobilitas dibatasi, hotel dan restoran langsung anjlok, terganggu. Mal ditutup, lifestyle anjlok, terganggu," pungkasnya.
(Awaludin)