BNPB: Pengadaan Reagen PCR Melibatkan Tim Pakar

Binti Mufarida, Jurnalis
Selasa 16 Maret 2021 11:40 WIB
Foto: Illustrasi Okezone.com
Share :

JAKARTA - Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Prasinta Dewi menegaskan, pengadaan reagen PCR sebagai upaya menemukan kasus Covid-19 di situasi darurat pandemi dilakukan dengan koordinasi sejumlah pihak juga tim pakar juga dari Litbangkes Kementerian Kesehatan.

“Kronologinya adalah kita pertama kita melibatkan tim pakar, melibatkan juga dari Litbangkes. Kita juga harus melakukan satu analisis kebutuhan di mana kita memiliki suatu perencanaan,” ungkap Prasinta dalam dialog Terkait Pengambilan Keputusan dalam Situasi Darurat Pandemi Covid-19 secara virtual, Selasa (16/3/2021).

Baca juga:  Dokter Tompi Tegaskan Tes PCR Belum Tentu Akurat Deteksi Covid-19

Prasinta mengatakan, selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan beberapa lembaga khususnya dalam pengadaan barang untuk pandemi Covid-19.

“Perencanaan itu di sini kita membuat suatu apa yang koordinasi di mana tim Gugus Tugas ini sudah ada lembaga-lembaga yang terkait. Nah, jadi kita di situ bekerja bagaimana kita harus mempunyai dasar dari pengadaan tersebut,” tuturnya.

Baca juga:  Dr Tirta Pergoki Penjual Surat Tes PCR Palsu Tanpa Swab, Lapor ke BNPB dan Polisi

“Disini bahwa dalam kegiatan Kepala Badan juga sudah di dalam tim Gugus Tugas tersebut kami mendapat pendampingan. Pendampingan dari BPKP, kemudian LKPP, bahkan juga dari ada dari Kepolisian. Kemudian juga dari segi pengawasan ada KPK juga,” tegas Prasinta.

Sementara itu, di awal pandemi Covid-19, Prasinta mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui sepenuhnya terkait barang yang akan diadakan.

“Nah, kita juga waktu itu belum ada patokan atau acuan, acuan kami atau standar dari Kemenkes barang seperti apa sih yang harus kami adakan,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Prasinta, tim pakar dengan cepat mengacu pada ketentuan dari WHO.

“Makanya ini keputusan harus diambil cepat dan tim pakar membantu kami kita memiliki data WHO, kita memiliki apa daftar CDC, kemudian dari situ kita ambil beberapa ada daftar itu terus kemudian kita mencari penyedia yang memiliki sumber daya tersebut,” tegasnya.

“Nah, kemudian juga setelah kita cari, kita membuat suatu analisis bersama litbangkes dan tim pakar. Dan itu dasar kita melakukan pengadaan,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita News lainnya