JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan akan menjaga ketat 'jalan tikus' untuk mencegah para warga mudik saat pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang.
Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati menegaskan bahwa tidak ada celah untuk masyarakat melaksanakan mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.
Adita mengatakan bahwa saat ini yang paling penting yakni pengendalian di lapangan khususnya transportasi darat.
“Tapi yang paling penting sebenarnya adalah pengendalian di lapangan. Ketika kita bicara transportasi darat, mungkin ini yang paling challenging, seberapa besar itu kira-kira tantangannya dalam mengendalikan transportasi darat,” ungkapnya dalam dialog Bahaya Covid-19 Masih Mengintai, Sayangi Keluarga di Kampung Dengan Tidak Mudik secara virtual dari kanal resmi BNPB, Rabu (21/4/2021).
Oleh karena itu, Adita memastikan bahwa Kemenhub akan bekerjasama intensif dengan TNI-Polri untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, khususnya memperketat jalan-jalan arteri hingga jalan tikus.
Baca juga: Doni Monardo: Tidak Mudik Adalah Mitigasi Tekan Angka Covid-19
“Kita tahu transportasi darat kan tidak punya simpul keberangkatan yang sama. Dia bisa melalui jalan Tol, apa saja dari mulai jalan arteri, sampai jalan kucing, jalan tikus gitu kan. Bisa semuanya, nah ini adalah tantangan. Dan kami bekerja sama intensif dengan TNI Polri untuk melakukan pengawasan dan pengendalian di lapangan,” ungkap Adita.
Namun, Adita menegaskan bahwa dalam hal ini pemerintah juga akan melakukan kerja sama yang intensif dengan pemerintah daerah. Khususnya di Jawa-Bali.
Menurut dia, sudah ada Satgas Khusus Pengawasan Covid-19 untuk skema Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala mikro.
Baca juga: Tak Ada Sanksi Mudik Lebaran di Luar Tanggal Pelarangan 6-17 Mei 2021
“Tentunya juga dengan pemerintah daerah yang saat ini mereka semua khususnya di Jawa-Bali kan sudah punya Satgas Pengawasan Covid-19 dengan skema PPKM mikronya. Jadi saya rasa dengan kerjasama semua pihak pengawasan dan pengendalian bisa menjadi lebih baik,” tutur dia.
(Fakhrizal Fakhri )