JAKARTA - Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) memberikan dukungan kepada Novel Baswedan dkk, terkait polemik tidak lolosnya 51 orang pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).
Dukungan itupun bakal dilakukan dengan cara menyurati Presiden Joko Widodo agar turun untuk menghentikan pelemahan KPK, khususnya terkait dengan 75 orang pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).
"Kami akan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta menghentikan upaya pelemahan KPK ini, terutama peminggiran 75 pegawai KPK," ujar Ketua Umum PGI Gomar Gultom kepada wartawan, Sabtu (29/5).
Gomar menjenjelaskn elsn bahwa kemungkinan besar pada Senin (31/5) pihaknya bakal menyurati Presiden Jokowi.
Baca Juga: Tepis Isu Taliban, Direktur KPK : 9 Pegawai yang Dibebastugaskan Non-Muslim
Bahkan menurutnya, dengan dipecatnya 51 pegawai yang selama ini memiliki kinerja baik serta memiliki integritas kuat dengan alasan tidak lulus TWK akan menjadikan para penyidik berpikir ulang untuk melaksanakan tugasnya dengan profesional.
"Karena mereka khawatir akan 'di-TWK-kan dengan label radikal dan kami makin khawatir karena mereka yang dipinggirkan ini banyak yang sedang menangani kasus-kasus korupsi yang sangat signifikan,"kata Gomar.
Di tempat terpisah, Novel Baswedan menyebut kehadirannya bersama rekan-rekan lain disambut baik oleh PGI. Dirinya pun mengaku diberikan dukungan langsung oleh PGI dalam menghadapi polemik TWK tersebut.
"Tentu kehadiran kami adalah berkomunikasi dan kami juga senang atas dukungan suport yang disampaikan penyemangat dan tentunya hal itu sangat berarti," ungkap Novel.
Novel pun berharap usai pihaknya menyambangi PGI dapat menjadi pemicu pihak-pihak lainnya untuk mendukungnya. Dukungan tersebut menjadi penting karena menyangkut hajat pemberantasan korupsi.
"Semoga dukungan dari semua pihak dalam hal ini PGI mendapatkan suatu respon yang baik dan bisa mnjadi pemicu untuk masyarakat-masyarakat dan semua pihak untuk memberikan dukungan yang sangat penting yang menurut saya ini kesempatan akhir, saya khawatir kalau ini dibiarkan terjadi maka harapan kita untuk memberantas korupsi dengan baik akan jauh dari apa yang diinginkan," kata Novel.
(Sazili Mustofa)