JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah, tercatat pada Selasa 15 Juni 2021 bertambah 8.161 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 1,9 juta kasus atau sebanyak 1.927.723 kasus.
Dan untuk sebaran penambahan kasus Covid-19 di 34 provinsi per 15 Juni 2021, Jawa Barat menduduki peringkat atas sebanyak 1.793 kasus, lalu Jawa Tengah sebanyak 1.658 kasus, dan DKI Jakarta peringkat ketiga sebanyak 1.502. Sebelumnya, pada Senin 14 Juni 2021, Jakarta menjadi penyumbang terbanyak mencapai 2.722 kasus.
Atas dasar tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta di Istana Negara. Pertemuan tersebut guna membahas penanganan Covid-19 di Ibu Kota, Selasa 15 Juni 2021.
Berikut sejumlah fakta pemanggilan Forkopimda DKI yang terdiri dari Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, beserta kapolres se-Ibu Kota. Setidaknya ada empat arahan yang disampaikan Presiden Jokowi :
1. Waspadai Penyebaran Varian Covid Asal India
Presiden Jokowi menyoroti mutasi baru virus corona yang berasal dari India. Varian ini telah menyebar di DKI Jakarta. Varian virus ini lebih cepat menular meski tidak lebih mematikan. Jokowi, meminta kepada jajaran Pemprov DKI beserta lembaga lainnya untuk bisa menekan laju pertambahan virus corona.
"Beliau meminta kepada Pemda khususnya DKI Jakarta karena sudah masuknya virus dari India, ya jadi pak Presiden meminta kepada kita sebagai perangkat pemerintah daerah untuk menekan bagaimana cara-cara seperti vaksin yang sebelumnya," terang Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi.
2. Tingkatkan Kepatuhan Bermasker
Pras mengatakan, Jokowi menyoroti tingkat kepatuhan bermasker masyarakat. Pemda DKI beserta stakeholder lainnya diminta meningkatkan hal ini demi terlindung dari Covid-19.
"Di sini juga pak Presiden mengimbau sekarang masalahnya bukan ada di perkantoran, atau di apa, karena masyarakat Jakarta secara persentase pemakaian masker, itu obatnya cuma masker. Antara masker, pakai masker semua sudah 78 persen dan targetnya harus 95 persen. Nah di sini Presiden meminta kepada masyarakat Jakarta ya seperti daerah yang padat itu harus cepat divaksin," kata Prasetyo.
3. Akselerasi vaksinasi
Presiden Jokowi ingin Pemprov DKI beserta lembaga lainnya mengakselerasi vaksinasi massal demi terbentuknya herd immunity. Apalagi, intensitas pertemuan orang di Ibu Kota sangat tinggi karena banyaknya kawasan padat penduduk.
"Nah di sini Presiden meminta kepada masyarakat Jakarta ya seperti daerah yang padat itu harus cepat divaksin," jelas Pras.
4. Pejabat DKI Harus Terjun ke Lapangan
Presiden Jokowi meminta pejabat teras di Ibu Kota mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri harus lebih banyak di lapangan guna mengawasi langsung kedisiplinan masyarakat dalam PPKM Mikro dan prokes.
"Pak Presiden mengarahkan kepada kita perlu tindakan lapangan. Jadi kalau saya melihat, gubernur, kami, pangdam, kapolda itu harus banyak di lapangan," jelas Pras.
5. Anies Langsung Pimpin Rapat Tindaklanjuti Perintah Jokowi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, ada tiga pesan penting yang diutarakan Jokowi dalam pertemuan tersebut.
"Kami mendapat arahan dari pak Presiden, pak Gubernur dan jajaran kami Forkopimda, jajaran Pemda, jajaran Kodam, Polda, dan Kajati sampai tingkat Kajari semuanya. Presiden mengarahkan bagaimana kita mengatasi adanya peningkatan yang signifikan di DKI Jakarta dalam seminggu terakhir," ujar Riza kepada wartawan.
Politikus Gerindra itu melanjutkan, setelah dari Istana, Gubernur DKI Anies Baswedan langsung memimpin rapat untuk membahas isi pertemuan tersebut. Nantinya hasil rapat tersebut akan segera diimplementasikan secepatnya.
"Tadi Pak Gubernur langsung memimpin rapat di DKI bersama Forkopimda setelah dari Istana. Kita langsung menindaklanjuti dalam rencana aksi, dan segera kita laksanakan mulai tadi rapat dan besok," ujar Riza.
(Awaludin)