JAKARTA - Tingkat keterisian Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Rujukan Covid-19 serta keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 dua pekan terakhir mencapai tingkat keterisian paling tertinggi sejak awal pandemi pada Maret 2020 silam.
Hal tersebut berdasarkan Situasi Penanganan Pandemi Covid-19 DKI Jakarta yang dipaparkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa 29 Juni 2021 saat Rakor PPKM Darurat dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Jumlah tempat tidur ICU di 140 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta pada 28 Juni 2021 lalu yakni dari total 1.263 tempat tidur ICU yang tersedia, telah terisi 1.164 pasien. Sehingga Bed Occupancy Rate (BOR) ICU mencapai 92%.
Baca juga: Penambahan Kasus Aktif Covid-19 DKI Jakarta Selama Dua Pekan Capai 300%
Sedangkan jumlah tempat tidur isolasi pasien di 140 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta pada 28 Juni 2021 lalu yakni dari total 10.448 tempat tidur isolasi yang tersedia, telah terisi 9.787 pasien. Sehingga Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi mencapai 94%.
Kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU terus dinaikkan hingga jauh melebihi kapasitas pada puncak gelombang pertama bulan Februari 2021. Apabila kapasitas tidak dinaikkan, maka rumah sakit sudah akan kolaps sejak tanggal 16 Juni 2021.
Baca juga: Wisma Atlet Rawat 7.167 Pasien Covid-19 Hari Ini
Terdapat 193 RS di Jakarta, 140 di antaranya menangani pasien Covid-19. Seluruh 32 RSUD di Jakarta ikut menangani Covid-19, 13 di antaranya menjadi rumah sakit khusus Covid-19.
Penambahan kapasitas RS terus dilakukan, namun berkejaran dengan peningkatan pesat jumlah warga
yang membutuhkan perawatan di RS. Peningkatan kasus baru harus diturunkan agar tidak menyebabkan faskes kolaps.
(Fakhrizal Fakhri )