PRESIDEN pertama Republik Indonesia, Soekarno ternyata memiliki parfum favorit yang diketahui bermerek Shalimar. Parfum kegemaran Sang Proklamator ini dikabarkan terinspirasi dari kisah cinta antara tokoh legendaris India, Kaisar Shah Jahan dan istrinya Mumtaz Mahal.
Terkait parfum Shalimar milik Presiden Soekarno ini, ada cerita unik yang juga bernuansa mistis. Pada saat itu sekira Juni 2001, salah satu putri Soekarno yaitu Rachmawati Soekarnoputri bersama suaminya Beni Sumarno berada di Hotel Lestari.
Baca juga: Kesaktian dan Pusaka Soekarno, Konon Punya Aji Lembu Sekilan Milik Gajah Mada
Di hotel tersebut keduanya berbincang-bincang dengan istri Bung Karno, Ratna Sari Dewi; salah satu pejabat Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pusat, Edi Sukmoro; dan seorang wartawan. Saat asyik berbincang-bincang, tiba-tiba Sari Dewi mengendus sebuah aroma harum parfum yang ia kenali.
"Saya mencium aroma Bapak (Soekarno)," ujar Ratna Sari Dewi, sebagaimana dikutip dari buku 'Sisi Lain Istana' karya J Osdar.
Baca juga: 3 Tempat Bersejarah Bung Karno di Kota Mojokerto
Mendengar ucapan Ibu Ratna, Rachmawati lalu menimpalinya dengan pertanyaan terkait parfum Shalimar kegemaran Bung Karno.
"Mungkin Bu Dewi mencium aroma parfum Shalimar yang sering dipakai Bung Karno tatkala masih hidup?"
"Mungkin," jawab Ratna Sari Dewi singkat.
Selanjutnya ditimpali Beni Sumarno yang menuturkan, "Saya pakai sedikit tadi pagi, dan sekarang aromanya sudah hilang."
Kemudian seorang wartawan yang ikut berbincang mengajak Beni Sumarno untuk ditunjukkan parfum Shalimar yang dimaksud dan menyemprotkannya. Setelah itu, ia menemui kembali Ibu Ratna yang sedang asyik berbincang dengan Rachmawati.
"Apakah Ibu Dewi tidak merasakan aroma parfum saya?" tanya si wartawan. Ibu Dewi kemudian menjawab, "Oo tidak, tidak. Saya tidak (mencium) bau apa-apa.”
Ketika itu juga Edi Sukmoro berucap, "Mungkin Bung Karno hadir." (din)
(Rani Hardjanti)