JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan agar pembukaan kegiatan pariwisata harus dilakukan secara hati-hati. Utamanya pembukaaan bagi turis asing.
Seperti diketahui pemerintah akan membuka Bandara Ngurah Rai Bali pada 14 Oktober 2021.
“Pembukaan kegiatan pariwisata, utamanya pada turis asing perlu dilakukan dengan prinsip kehati-hatian,” katanya dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (8/10/2021).
Dia mengatakan bahwa pintu masuk dari luar negeri memerlukan persiapan matang. Selain itu dia juga menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan di semua sektor pariwisata.
Baca juga: Pemerintah Berencana Pangkas Waktu Karantina Perjalanan Luar Negeri Jadi 5 Hari
“Persiapan pintu masuk negara memerlukan persiapan matang. Dimulai dari proses skrining ketat pelaku perjalanan dan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Mulai dari transportasi, penginapan hingga objek pariwisata. Baik oleh turis maupun oleh masyarakat lokal,” ujarnya.
Wiku meminta pemerintah daerah (pemda) melakukan pengawasan dalam pembukaan kegiatan pariwisata agar tidak menjadi klaster penularan covid-19.
“Pemerintah daerah wajib mengendalikan dan mengawasi jangan sampai pembukaan sektor pariwisata menyebabkan lonjakan kasus,” ungkapnya.
Dia mengingatkan bahwa protokol kesehatan justru harus lebih disiplin diterapkan mengingat kegiatan masyarakat sudah mulai berjalan normal.
“Perlu pengawasan ketat pada pelaksanaan protokol kesehatan di setiap aktivitas masyarakat. Terutama di kegiatan-kegiatan yang berpotensi meningkatkan penularan seperti kegiatan keagamaan, wisata, kegiatan sosial dan ekonomi,” pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)