Wali Kota Bekasi Kena OTT KPK, Anggota DPRD Kaget : Tadi Rapat Paripurna

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Rabu 05 Januari 2022 21:18 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (iNews)
Share :

BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Rabu (05/01/2022). Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Daryanto, kaget mendengar kabar tersebut.

Ia mengaku, dirinya beserta jajaran legislatif dan eksekutif baru saja menggelar rapat paripurna. Rapat tersebut juga dihadiri Rahmat Effendi. Bahkan, ia juga mengaku sempat berbicara dengan Rahmat Effendi.

“Padahal tadi kami habis rapat paripurna dengan Beliau (Rahmat Effendi), itu sampai jam 12.00 WIB lewat,” kata Daryanto kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).

“Tadi saya juga sempat bicara dengan Beliau,” ujarnya.

Meski tahu kabar beredar tersebut, ia mengaku belum bisa mengonfirmasi kebenaran kabar penangkapan itu. Bahkan, Daryanto mengaku sudah mencoba menghubungi keluarga dari pria yang akrab disapa Pepen tersebut.

“Makanya saya belum bisa pastikan (penangkapan). Dari pihak keluarga juga belum ada yang ngangkat, HP beliau juga offline,” kata dia.

“Kami menunggu keterangan resmi dari KPK," tuturnya.

Baca Juga : Sebelum OTT KPK, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Ternyata Sempat Pamer Ini

Sebagaimana diketahui, Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bekasi, Jawa Barat. Salah satu yang diamankan dalam operasi tersebut adalah Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (RE) alias Pepen.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron tidak membantah saat dikonfirmasi soal penangkapan Rahmat Effendi. Ia mengamini tim satgas melakukan OTT di daerah Bekasi, Jawa Barat pada siang tadi.

“Benar KPK telah melakukan giat tangkap tangan di wilayah Bekasi, Jawa Barat," kata Ghufron saat dikonfirmasi, Rabu (5/1/2022).

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya