Identik dengan Peduli dan Solutif, Ini Solusi Partai Perindo Turunkan Harga Minyak Goreng!

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 19 Maret 2022 18:31 WIB
Ketua DPP Perindo Yerry Tawalujan (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Juru Bicara Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Yerry Tawalujan memberikan usulan solutif guna pengendalian harga minyak goreng.

Menurut Yerry, ada 4 hal yang perlu dilakukan pemerintah guna menekan harga minyak goreng.

Pertama, 25% total produksi Crude Palm Oil (CPO) harus dijual di dalam negeri mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kedua, sisanya 75% produksi CPO bisa mengikuti harga pasar.

Ketiga, pemerintah harus berani dan tegas mengendalikan harga CPO, karena harganya memang sangat tinggi. Jika tidak dikendalikan, sulit untuk membuat harga minyak goreng turun.

Baca juga: Pemprov Harap Rakerwil DPW Perindo Sulteng Hasilkan Manfaat Bagi Masyarakat

Keempat, kebijakan ini tidak akan merugikan pengusaha dan produsen CPO, karena keuntungan dari kelapa sawit sangat tinggi akibat kenaikan harga, sedangkan biaya produksi tetap sama.

"Partai Perindo sangat berpihak pada rakyat kecil. Kami tidak rela melihat perusahaan kelapa sawit panen luar biasa, tapi di sisi lain rakyat susah," ujar Yerry, Sabtu (19/3/2022).

Baca juga: Ketum Partai Perindo Soroti Mahalnya Harga Minyak Goreng

Yerry menegaskan pemerintah harus berani membuat kebijakan ini, karena biaya hidup masyarakat meningkat padahal daya beli masih rendah akibat terdampak pandemi.

"Kalau harga minyak goreng dibuka mengikuti harga pasar seperti sekarang, biaya hidup masyarakat akan tambah meningkat. Hal ini tidak boleh terjadi. Kami Partai Perindo akan berjuang supaya masyarakat tidak terbebani dan harga minyak goreng terkendali," pungkas Yerry.

Baca juga: Mantapkan Persiapan dalam Rakerwil, DPW Perindo Sulteng Siap Hadapi Pemilu 2024

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya