JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan kisahnya saat berkunjung ke Ube, Yamaguchi, Jepang kediaman Menteri Luar Negeri Yoshimasa Hayashi. Tak hanya berkunjung, Anies juga dijamu masakan khas Jepang.
"Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi mengundang untuk bermalam minggu di kampung halamannya. Sebuah kota kecil bernama Ube, di prefecture Yamaguchi, sisi Selatan Jepang. Sekitar 950 km dari Tokyo atau 90 menit dengan pesawat," tulis Anies dalam laman Instagram @aniesbaswedan dikutip, Senin (15/8/2022).
"Malam itu kami dijamu masakan khas Jepang, bersama istrinya Yuko Hayashi, PhD. Istrinya adalah seorang profesor di Universitas Yamaguchi pada bidang inovasi dan manajemen industri. Selain saya dan @fery.farhati, ikut bergabung dalam acara dinner itu adalah Atsushi Sunami, pimpinan Sasakawa Peace Foundation. Hayashi-san malam itu sengaja pakai batik Indonesia!" imbuhnya.
Baca juga: Mendarat di Jakarta Usai Lawatan ke Jepang, Anies Ziarah ke Makam Habib Zen
Anies menyebut rumah Hayashi di Ube berusia sekitar 100 tahun. Sebuah rumah warisan kakeknya, seorang industriawan besar di jamannya yang berhasil membangun kota Ube.
Baca juga: Anies Temui Japan International Cooperation Agency, Bahas Progres MRT
"Rumah kuno ini cukup besar dibandingkan umumnya ukuran rumah Jepang," ujarnya.
Anies mengatakan dirinya dijamu alunan piano yang dimainkan Hayashi. Sebab, Menlu Jepang itu berasal dari keluarga pecinta musik.
"Begitu tiba di rumahnya, Hayashi langsung “menjamu” kita dengan pianonya. Memang ia berasal dari keluarga pecinta musik," ucapnya.
Tak hanya makan malam, Anies mengatakan dirinya berdiskusi soal upacara minum teh di Jepang hingga filosofi batik dan kain tradisional Indonesia.
"Malam itu kita makan malam sambil diskusi panjang lebar tentang begitu banyak hal. Mulai dari mulai urusan masakan, upacara minum teh di Jepang, filosofi batik dan kain tradisional Indonesia, sampai soal stabilitas dunia," jelasnya.
Lebih lanjut, Eks Mendikbud itu mengucap terima kasih atas undangan dari Menlu Jepang tersebut. Ditengah kesibukannya Hayashi meluangkan waktu khusus untuk sahabat lamanya.
"Kami berterima kasih sekali atas undangannya untuk singgah ke kota masa kecilnya. Sebagai Menteri Luar Negeri tentu jadwalnya amat padat, tapi sebagai sahabat lama, ia luangkan waktu khusus untuk mengundang kami bermalam Minggu di kampung halamannya. Sebuah malam Minggu yang mengesankan. Tak pernah terbayangkan bahwa perkenalan, lalu pertemanan, mengantarkan pada momen-momen persahabatan yang mengesankan seperti malam Minggu itu," tuturnya.
(Susi Susanti)