JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menerima lambang kehormatan brevet dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Penyematan brevet ini berlangsung di markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur.
Panglima TNI berharap penyematan brevet ini dapat menjadi momentum jajaran TNI untuk bersinergi dalam membela kedaulatan negara. Selain itu, pemberian lambang kehormatan ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas antara TNI dan Polri. Berikut sejumlah faktanya :
1. Panglima TNI dan Kapolri Kompak Ucapan Terima Kasih
Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus rasa bangganya atas pengangkatan menjadi warga kehormatan Korps Baret Merah tersebut.
BACA JUGA: 6 Tokoh TNI yang Mendapatkan Brevet Kopassus
“Sungguh merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi saya pribadi, atas diberikannya Brevet Komando, Baret Merah, dan Pisau dari Komando Pasukan Khusus. Kebanggaan saya pun bertambah ketika saya melihat secara langsung profesionalisme para prajurit Komando yang ditampilkan dalam kegiatan demonstrasi yang tadi kita saksikan bersama,” kata Yudo.
Senada dengan Yudo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pasukan elite Angkatan Darat yang rekam jejaknya sudah sangat dikenal di Indonesia, bahkan kerap membawa harum nama Indonesia di kancah internasional.
BACA JUGA:KSAD Sematkan Brevet Komando Kopassus ke Panglima TNI dan Kapolri
“Kami mewakili seluruh anggota Polri mengucapkan terima kasih atas kebanggaan yang diberikan kepada kami, dan tentunya kebanggaan ini akan kita jaga. Hari ini adalah momen bersejarah untuk semakin memperkuat dan memperkokoh sinergitas dan soliditas TNI Polri,” ucap Sigit.
2. Kapolri: Darah Saya Mengalir Darah TNI
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penghargaan tersebut juga menjadi kebanggaan bagi institusi kepolisian. Apalagi, tambah Sigit, darah TNI memang mengalir pada dirinya sendiri.
"Jadi perlu rekan-rekan ketahui, kakek saya dulunya TKR Angkatan Darat, bapak saya TNI Angkatan Udara. Saya menjadi Polisi, dan saat ini menjadi Kapolri, tapi darah saya mengalir darah TNI," ujar Sigit di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur.
3. TNI dan Polri Siap Mengawal NKRI
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, sinergitas TNI-Polri di bawah kepimpinannya sudah tidak usah diragukan lagi. Sebab, sudah menjadi tugasnya pula menjaga keutuhan NKRI.
"Jadi bicara masalah sinergitas dan soliditas tentunya tidak perlu diragukan lagi. Dan kami TNI-Polri siap mengawal menjaga NKRI dan menjaga menghadapi musuh-musuh negara," imbuhnya.
Oleh karena itu, lanjut Sigit, siapapun yang menjadi musuh bagi TNI hal ini juga menjadi musuh bagi seluruh anggota Polri.
"Siapa yang menjadi musuh TNI itu juga musuh Polri, siapa yang menjadi sahabat TNI itu adalah sahabat Polri. Dan TNI-Polri siap untuk mengawal dan mengamankan NKRI," pungkasnya.
(Awaludin)