Ahli Forensik Ungkap Keabsahan Chat Teddy Minahasa soal Tukar Sabu dengan Tawas

Bachtiar Rojab, Jurnalis
Kamis 02 Maret 2023 14:50 WIB
Ahli digital forensik Rujit Kuswinoto saat persidangan kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa di PN Jakbar. (MPI/Bachtiar Rojab)
Share :

JAKARTA - Saksi ahli digital forensik Rujit Kuswinoto memperlihatkan bukti tangkapan layar percakapan antara mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa dengan mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara.

"Ini memang hasil dari labfor Polda Metro Jaya dan dalam hal ini saya tampilkan karena sesuai dengan baru pertanyaan dari penyidik umum dan mengikuti dinamika sidang, selalu ditanyakan terkait Trawas. Nah ini isi chat benar ada di barang bukti IP 13 disita dari Dody," ujar Rujit dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung mempertanyakan terkait keabsahan isi chat tersebut. "Artinya benar itu datanya?" tanya JPU.

"Iya benar. Saya mulai di tanggal 17 Mei 2022 jam 17.21 Pesan conversations di awal yang dikirimkan IJP Teddy Minahasa," jawab Rujit.

Ia pun membeberkan isi pesan dari percakapan tersebut 'Sebagain BB diganti Trawas, emotikon tertawa, (buat bonus untuk anggota)'," ujar ahli membacakan percakapan.

"DP dalam hal ini Dody. 'Siap gak berani jenderal dengan emotikon mengeluh,'. Lanjut (Teddy) membalas reply 'Siap gak berani jenderal' dari Dody dengan emotikon tanda tutup mulut dengan jari," sambung ahli.

Sebagaimana diketahui, mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa mengakui pernah mengirimkan pesan kepada mantan Kapolres Bukit Tinggi, Doddy Prawiranegara, untuk menukar sabu dengan tawas.

Hal itu disampaikan Teddy dalam sidang pemeriksaan saksi kasus peredaran narkotika di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Teddy menyebut pesan itu dikirim sebelum rilis penungkapan sabu di Polres Bukittinggi pada Juni.

"Saya sempat melakukan semacam warning dengan narasi sebagian BB diganti tawas (emoji ketawa) buat untuk bonus anggota, saudara Dody jawab tidak berani," kata Teddy di depan Majelis Hakim di PN Jakarta Barat, Rabu.

Namun, Teddy mengaku pesan tersebut tidak bermaksud serius memerintahkan penukaran sabu dengan tawas. Ia mengaku hanya bergurau kepada Dody.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya